Marah-marah Kedok Blusukan? Ini 7 Fakta Dedi Mulyadi Anggota DPR RI
- VoxPop/Adi Suparman
Bahkan, responden juga ditemukan lebih memilih Kader Partai Golkar Dedi Mulyadi menjadi Presiden RI ketimbang ketua umumnya, Airlangga Hartarto. Berdasarkan hasil survei Indikator mengungkapkan, elektabilitas Dedi mencapai 1 persen, sedangkan Airlangga 0,1 persen saat responden ditanya secara spontan soal pilihan presidennya tanpa ada opsi nama (top of mind). Angka ini muncul meski nama Dedi tidak pernah masuk bursa Capres sebelumnya.
Dalam komentarnya mengenai hal itu, politikus senior Partai Golkar Melchias Markus Mekeng melihat bahwa Dedi Mulyadi sudah dengan giat melakukan publikasi di media sosialnya dengan terjun langsung ke masyarakat. Salah satunya melihat fenomena-fenomena yang ada di masyarakat. Hal ini tentu makin menunjukkan kedekatan Dedi Mulyadi dengan masyarakat.
Gaya Dedi Mulyadi Disebut Mirip Jokowi
Melchias Markus Mekeng juga menyebut gaya Dedi Mulyadi mirip seperti Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada 2014 silam ketika mencalonkan diri menjadi capres. Hal ini yang diinginkan masyarakat, yakni pemimpin seperti Jokowi pada waktu 2014.
Marah-marah Kedok Blusukan
Video Dedi Mulyadi, wakil ketua Komisi 4 DPR RI, saat blusukan di Pasar Rebo Purwakarta mendadak viral di sosial media lantaran video yang diunggah pada 16 November 2021 dalam chanel YouTube nya itu, Dedi Mulyadi berdebat dengan mahasiswa Stai Muttaqien Pasar Rebo Purwakarta bernama Yudha Dawami yang protes dengan aksi blusukannya.
Mahasiswa itu berani mengeluarkan pendapatnya saat Dedi Mulyadi tengah membersihkan pekarangan Pasar Rebo Purwakarta. Sontak Dedi Mulyadi mengamuk karena merasa pertanyaan dari mahasiswa tersebut dinilai kurang sopan kepadanya. Mahasiswa yang bersangkutan menanyakan dasar hukum Dedi Mulyadi dalam membersihkan Pasar Rebo Purwakarta itu.
Dedi yang tengah memungut sampah mendadak kaget dan marah. Dedi berusaha menyelesaikan perkara itu dengan kepala dingin dan berdiskusi bersama mahasiswa yang bersangkutan. Namun mahasiswa tersebut terus menyebutkan bahwa membersihkan sampah sudah ada tugas masing-masing petugas kebersihan.
Dedi Mulyadi pun membantah perkataan mahasiswa tersebut karena kecewa tidak ada yang peduli dengan sampah yang berserakan disekitar. Setelah diselesaikan dengan cara musyawarah, Dedi Mulyadi berhasil menyelesaikan permasalahan dengan mahasiswa bersangkutan.
