Ngabalin ke Panda Nababan: Kenapa Jadi Mengadili Polisi, Hati-hati Loh
- Youtube tvOne
"Jangan membuat distorsi ini perkara. Kalian siapa sih?" ujar Ngabalin.
"Sekarang lihat. Eh, dengar baik-baik! Polri itu dalam sidang etiknya kemudian ada dilakukan ada pemberhentian kepada Jenderal Ferdy itu," lanjut Ngabalin.
Dia mengatakan kalau Sambo sudah diberhentikan secara tidak hormat alias dipecat Polri. Saat ini, Polri sudah merampungkan adegan rekonstruksi kasus yang menjerat Sambo tersebut.
"Kenapa kita jadi mengadili polisi. Sementara, polisi adalah institusi negara. Hati-hati loh. Ini jangan sampai terjadi distorsi. Ini nggak boleh begitu," kata Ngabalin.
Panda lalu menimpali pernyataan Ngabalin yang dianggapnya sudah terlalu jauh menafsirkan.
"Dengarkan dulu baik-baik. Dengarkan baik-baik. Tidak ada. Jangan sudzon," ujar Panda merespons Ngabalin.
Pun, Ngabalin tak menghentikan omongannya. Dia terus melanjutkan bicaranya.
"Kenapa abang harus bilang memberhentikan kapolri dan segala macam. Eh, ini institusi negara bang Panda," tutur Ngabalin.
Ngabalin mengatakan dirinya dan Panda sama-sama pernah duduk sebagai anggota DPR.
"Jangan terlalu maju gitu. Kita sudah sama-sama di DPR, waktu itu," lanjut Ngabalin.
Ngabalin yang sejenak berhenti bicara, Panda pun kembali beri tanggapan. Dia menjelaskan singkat maksud omongannya soal perombakan Polri.
"Saya bilang ini kesempatan emas buat Presiden. Bukan berarti menghukum kapolri, menghukum ini. Aduh," jelas Panda.
Perdebatan dengan Ngabalin selesai karena Panda mempersilakan eks pengacara Bharada E, Deolipa Yumara bicara. Saat Deolipa bicara, Ngabalin pun terlibat adu argumen sengit dengan pengacara kontroversial tersebut.
