Ketua KPU Blak-blakan Bicara soal Rumor Data Pemilu Dijual di Pasar Gelap Dunia Maya

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asyari dalam wawancara eksklusif dengan dengan VoxPop pada program The Interview di Jakarta, Senin, 24 Oktober 2022.
Sumber :
  • VoxPop/Ali Wafa

VoxPop Politik – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengaku telah mengantisipasi pencurian atau kebocoran data pemilu yang meliputi, di antaranya data partai politik, calon anggota legislatif, dan identitas ratusan juta pemilih pada pemilu tahun 2024.

img_title Di Balik Keputusan Sony Meninggalkan Disc Fisik, Ada Perubahan Besar dalam Cara Gamer Membeli Game

Dalam wawancara eksklusif dengan VoxPop pada program The Interview di Jakarta, Senin, 24 Oktober 2022, Ketua KPU Hasyim Asy'ari menyadari bahwa lembaganya harus menjamin semua data pemilu, terutama pemilih, aman dan tidak disalahgunakan.

Bentuk perlindungan pertama, katanya, identitas pemilih tidak dipublikasikan kecuali Nomor Induk Kependudukan (NIK) tetapi itu pun tiga-empat angka terakhir tetap dirahasiakan dengan diberi tanda bintang. KPU juga mengantisipasi pencurian atau kebocoran data yang berbentuk digital.

img_title Membongkar Kacamata Pintar untuk Rekam Video: Di Balik Kemudahannya Tersimpan Risiko Penyalahgunaan

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asyari dalam wawancara eksklusif dengan

Photo :
  • VoxPop/Ali Wafa

"Berdasarkan pengalaman, ada pihak-pihak yang mengklaim bahwa punya data pemilih dari KPU yang kemudian ditawarkan di pasar gelap di dunia maya," katanya.

img_title Telkom Perluas Pemanfaatan Pendidikan Digital, Lebih dari 718 Ribu Siswa Manfaatkan PIJAR

KPU tak akan membiarkan itu terjadi, apalagi telah disahkan dan berlaku Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Karena itu, tidak ada alasan lagi untuk tidak menganggap penting keamanan data terutama identitas setiap warga negara yang telah berhak memilih.

Meski demikian, Hasyim mengingatkan, walaupun KPU memang sebagai penyelenggara pemilu, lembaga tersebut tidak dapat bekerja sendiri. KPU memerlukan dukungan dari lembaga lain, misalnya Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Divisi Cybercrime Mabes Polri, Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan bahkan unsur masyarakat.

Penghitungan Surat Suara Pemilu. (Foto Ilustrasi)

Photo :
  • VoxPop/M Ali Wafa

Semua unsur pemerintah, dia menekankan, diminta untuk membantu mengamankan data pemilu karena pemilu merupakan program nasional yang menentukan masa depan bangsa dan negara.

"Semua kita ajak berkomunikasi untuk menyampaikan bahwa ini program nasional; kalau, misalnya, ada bolong-bolongnya (celah ketidakamanan), silakan diuji, dan kemudian mohon dibantu untuk nambalin," katanya.

"Katakanlah ada komunitas hacker (peretas) yang punya kemampuan-kemampuan tertentu, menembus sistem [pengamanan secara digital], apa segala macam, kita minta tolong tolong. Nanti ada teman-teman yang punya komunitas, bisa mengkomunikasikan, 'Tolong, dong, dicek lapisan-lapisan mana yang kira-kira ada potensi bolong, potensi dijebol orang," ujarnya, menambahkan.

Ilustrasi kacamata pintar yang bisa rekam video

7 Kecanggihan Kacamata Pintar Modern, Fitur Rekam Video yang Mengubah Industri Konten Kreator

Kacamata pintar modern menawarkan fitur rekam video, AI, live streaming, dan audio canggih. Simak 7 kecanggihannya yang mengubah cara kreator konten membuat video praktis

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut