Syahganda: Kasus Johnny Plate Sudah Dekat Pemilu, Efeknya akan Lebih Terasa
- tvOne
Lebih lanjut, dia menyebut Anies sebagai bakal capres Orde Reformasi. Sementara, figur bakal capres lainnya dinilai mewakili asosiatif Orde Lama dan Orde Baru. "Orde Reformasi tuntutannya adalah demokrasi dan hancurkan korupsi," kata Syahganda.
Menurut Syahganda, dalam menuju 2024, Anies akan mengalami sedikit ganjalan karena munculnya kasus Johnny Plate yang saat ini menyandang status tersangka dan ditahan
"Berbeda dengan korupsi kakap Bansos dan Benur, yang mempengaruhi dua capres lainnya. Kasus Johnny Plate ini sudah dekat pemilu. Efeknya akan lebih terasa," ujarnya.
Dia meyakini figur Anies dipercaya rakyat mempunyai spirit anti korupsi. Namun, kata dia, hal itu perlu direvitalisasi setelah kejadian Johnny Plate.
Syahganda menyebut hal itu seperti permintaan Surya Paloh agar tak tebang pilih dalam penangkapan koruptor.
"Anies harus meminta Surya Paloh, yang memiliki data korupsi sepanjang kadernya dulu menjadi Jaksa Agung era pertama rezim Jokowi, membocorkan semua data yang ada ke masyarakat. Biar semua transparan," sebutnya.
Kemudian, ia menyarankan agar Anies selebihnya mesti menegaskan janjinya dengan meluruskan arah bangsa adalah arah reformasi politik 98.
"Tegakkan demokrasi dan hancurkan korupsi. Artinya, menaikkan indeks persepsi korupsi yang telah hancur di tangan Jokowi, setinggi-tingginya," ujar pendukung Anies tersebut.
