Ungkit Skandal 'Lem Aibon', Kaesang Nilai Kader PSI Sekarang Kurang Berani

Kaesang Pangarep, Rapat Pertama Usai Jabat Ketua Umum PSI
Sumber :
  • VoxPop/M Ali Wafa

Jakarta - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep mengungkit keberanian salah satu kader partainya, William Aditya, yang pernah mengungkap skandal anggaran di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan kasus pengadaan lem Aibon yang tak wajar.

img_title Kelakar Jokowi Saat Safari Politik di NTT: Kalau Butuh Bantuan Bisa ke Solo

Menurut putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu, dahulu kader PSI terbilang cukup berani sedangkan sekarang tidak.

"Seperti yang kita tahu, tidak di Jakarta saja, yang di DPRD ada Bro William, kemaren semangat sekali membuka [kasus] lem Aibon, kayanya sekarang agak kurang berani," ujar Kaesang saat mengunjungi kantor Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), Jakarta, Selasa, 3 Oktober 2023.

img_title Jokowi ke Kader PSI: Percuma Punya Struktur Partai Tapi Cuma Formalitas

Lem aibon.

Photo :
  • Irwandi

Meski demikian, Kaesang menegaskan saat ini PSI bakal menggunakan strategi politik yang berbeda, yaitu dengan gembira dan santun, berbeda dengan dahulu yang dengan pendekatan keras.

img_title Jokowi Optimistis PSI Melaju Kencang di 2029, Sebut Sudah Punya Hitung-hitungan

William Aditya pernah membongkar sejumlah kejanggalan dalam Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2020.

Saat itu, Anies Baswedan masih menjadi gubernur DKI Jakarta. Willy yang merupakan anggota DPRD DKI Jakarta menemukan pengadaan pulpen hingga lem Aibon untuk sekolah-sekolah di Jakarta dan mengunggahnya di media sosial pribadinya.

Wiliam mengunggah sebuah tangkapan layar apbd.jakarta.go.id bertuliskan Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat yang menganggarkan lem Aibon untuk kegiatan Biaya Operasional Pendidikan Sekolah Dasar Negeri dengan total anggarannya senilai Rp 82,8 miliar.

Anggota fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI William Aditya Sarana

Photo :
  • VoxPopnews/ Fajar Ginanjar Mukti

Namun, Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI mengungkap bahwa anggota DPRD DKI dari fraksi Partai Solidaritas Indonesia William Aditya Sarana bersalah. Menurut Ketua BK DPRD DKI Achmad Nawawi, William, politikus PSI berusia 23 tahun itu melakukan kesalahan ringan dengan mengunggah temuan-temuan janggal dalam ajuan APBD DKI 2020.

"Hanya kesalahan ringan. Kalau dianggap kekeliruan, ya, kekeliruan ringan," ujar Nawawi saat dihubungi pada Jumat, 29 November 2019.

Nawawi menyampaikan William secara spesifik melanggar aturan kode etik yaitu pasal 13 ayat (2) Keputusan Dewan Nomor 34 Tahun 2006. Tindakan William mengunggah ajuan janggal merupakan sikap kritis, namun tidak proporsional karena malah melakukan pengungkapan ke media dan media sosial.

Ketua Pansus 17 DPRD Kota Bandung, Maya Himawati

Pansus 17 Gelar Raker soal Raperda Pembangunan Gedung Inspektorat dan RSUD Kota Bandung

Panitia Khusus (Pansus) 17 DPRD Kota Bandung melaksanakan rapat kerja bersama seluruh perangkat daerah terkait, terkait pembahasan mendalam terhadap substansi Raperda.

img_title
VoxPop.co.id
2 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut