Susul UGM dan UI, UMS Keluarkan Maklumat Kebangsaan untuk Kritik Jokowi

Guru Besar Ilmu Hukum UMS Aidul Fitriciada Bacakan Maklumat Kebangsaan
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Fajar Sodiq (Solo)

Kemudian, guru besar ilmu hukum UMS, Aidul Fitriciada Azhari yang juga mantan Ketua Komisi Yudisial itu membacakan Maklumat Kebangsaan. Aidul mengatakan Maklumat Kebangsaan UMS disampaikan setelah mencermati perkembangan kehidupan dan kenegaraan dewasa ini, utamanya terkait dengan pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2024. 

img_title Jokowi Optimistis PSI Melaju Kencang di 2029, Sebut Sudah Punya Hitung-hitungan

“Terlihat dengan jelas telah terjadi penyimpangan, penyelewengan dan  peluruhan fondasi kebangsaan secara terang-terangan dan tanpa malu. Hal ini terutama terlihat dari penyalahgunaan pranata hukum lewat Mahkamah Konstitusi untuk melanggengkan kekuasaan yang berwatak nepotis dan oligarkis yang semakin diperburuk oleh praktir dari Presiden yang tidak netral dalam Pemilu yang berpotensi terjadinya penyalahgunaan kekuasaan secara massif,” ujarnya.

Atas dasar itu, lanjut dia, civitas akademika UMS menyerukan Maklumat Kebangsaan. Pertama para elit politik yang tengah berkontestasi dalam Pemilu 2024 untuk kembali ke nilai-nilai moral kebangsaan yang bersumber dari ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha Esa dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. 

img_title Disaksikan Ribuan Warga, Jokowi Dinobatkan Jadi Raja Timor di NTT

“Kedua, Presiden dan para elit politik untuk memgembalikan kehidupan demokrasi yang menjunjung adab dan etika kebangsaan yang bukan hanya bertujuan untuk memperoleh kekuasaan semata, melainkan untuk mewujudkan kesejahteraan umum dan keadilan sosial bagi seluruh bangsa Indonesia,” ujar dia.

Lebih lanjut, Aidul meminta, agar pemimpin pemerintahan dan aparatur hukum untuk menegakkan supremasi hukum dengan tidak menyalahgunakan hukum untuk kepentingan politik dan/atau ekonomi yang bersifat pribadi atau golongan, serta menjalankan hukum tanpa pandang bulu dan tidak partisan. Penyelenggara pemilihan umum (KPU, Bawaslu, dan DKPP) dan lembaga peradilan , khususnya Mahkamah Konstitusi, untuk menjaga profesionalitas, integritas, dan imparsialitas agar terwujud pemilihan umum yang luber, jurdil dan demokratis;

img_title Bikin Kader PSI Tertawa, Jokowi: Jangan Dikit-dikit ke Solo

“Presiden sebagai Kepala Negara dan Pemerintahan untuk mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi, keluarga, dan golongan sesuai dengan Sumpah Jabatan sebagai Presiden serta menghentikan praktik politik dalam Pemilihan Umum yang tidak netral demi mewujudkan Pemilihan Umum yang jujur, adil, dan demokratis,” katanya.


 

Presiden Prabowo (kanan), Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (kiri)

Puji Bahlil, Prabowo: Bisa Bikin Pak Jokowi Ketawa, Padahal Orang Solo Itu Kalem

Presiden Prabowo Subianto memuji sikap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang mampu mencairkan suasana. Bahkan bisa membuat Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) tertawa.

img_title
VoxPop.co.id
7 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut