Survei SPIN Pilgub Jateng: Jokowi Effect Bikin Elektabilitas Ahmad Luthfi Naik
- Teguh Joko Sutrisno
Selanjutnya, disusul Kaesang Pangarep; Taj Yasin Maimoen; Hendrar Prihadi; Bambang Wuryanto; Siti Atikoh; Sudaryono; Dico Ganinduto dan M Yusuf Chudlori. "Persentase keterpilihan cenderung secara ketat masih neck to neck, kecuali Ahmad Luthfi yang leading jauh," ujar Igor.
Lalu, dalam pertanyaan tertutup, diketahui ektabilitas setiap kandidat cenderung menguat. Ahmad Luthfi semakin leading jauh meninggalkan figur kandidat lainnya.
Kenaikan elektabilitas Ahmad Luthfi selaku Kapolda Jateng tak lepas dari dukungan kepala desa/lurah se Jateng. Menurut dia, peristiwa Sukolilo di Kabupaten Pati yang menyedot perhatian publik.
Irjen Ahmad Luthfi dinilai berhasil menangani secara berwibawa kasus Sukolilo, Pati. "Keamanan di Jateng khususnya Sukolilo, Pati kembali pulih dan dapat membantu menghapus stigma negatif terhadap warga Sukolilo," lanjut Igor.
Selain itu, ada alasan terkuat naiknya elektabilitas Ahmad Luthfi berasal dari Jokowi effect. Dalam temuan survei SPIN kali ini menunjukkan Jokowi sebagai referensi utama dalam memilih bakal calon Gubernur Jateng. Hal itu berdampak positif terhadap elektabilitasnya.
"Dampak Jokowi effect juga tampaknya positif terhadap elektabilitas Kaesang Pangarep. Bukan tidak mungkin Kaesang jadi penantang serius kandidat lainnya bila benar didorong ikut dalam kontestasi Pilgub Jateng," tutur Igor.
Survei SPIN di Jawa Tengah ini dilakukan dalam kurun waktu 23 Juni-1 Juli 2024. Sebanyak 1.200 responden dilibatan dengan margin of error +/- 2,8 persen serta tinkgat kepercayaan 95 persen.
Adapun kriteria responden adalah penduduk berusia 17 tahun ke atas atau sudah memiliki KTP. Sementara, sebaran sampel tersebar di 35 Kabupaten/Kota, dengan teknik pencuplikan sampel multistage random sampling. Lalu, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan bantuan kuesioner.
