Jelang Pilkada 2024, Pengamat Soroti Fenomena Politikus 'Kutu Loncat'

Pemungutan suara atau pencoblosan di pemilu. (Foto ilustrasi).
Sumber :
  • VoxPop/M Ali Wafa

Jakarta, VoxPop - Jelang Pilkada 2024, fenomena politikus 'kutu loncat' kembali mencuat. Pengamat menyoroti fenomena yang sepertinya jadi trend bagi politikus untuk mempertahankan kekuasaan agar kembali terpilih di periode selanjutnya.

img_title Jokowi ke Kader PSI: Percuma Punya Struktur Partai Tapi Cuma Formalitas

Direktur Riset dan Program Puspoll Indonesia, Chamad Hojin menyebut salah satu yang kutu loncat adalah calon gubernur petahana Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor. Ia menyoroti Isran dalam sepekan tercatat sebagai kader Demokrat sekaligus PDIP.

Isran jadi 'kader' PDIP terkonfirmasi dalam surat edaran PDIP tertanggal 13 Agustus 2024. PDIP melampirkan daftar nama calon kepala daerah dan wakil kepala daerah kader PDIP yang diusung untuk Pilkada Serentak 2024.   

img_title Jokowi Optimistis PSI Melaju Kencang di 2029, Sebut Sudah Punya Hitung-hitungan

Padahal, Isran sebelumnya ditasbihkan sebagai kader Demokrat pada Jumat, 9 Agustus 2024. Saat itu, ia menerima rekomendasi partai berlambang mercy dari sang Ketum Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY.

Menurut Hojin, figur Isran menambah panjang daftar politikus 'kutu loncat' di Indonesia. 

img_title Ribuan Kader PKB Pakai Kaus 'Prabowonomics' di Acara Harlah ke-28, Cak Imin Ungkap Maknanya

Ilustrasi Pemilu 2024.

Photo :
  • VoxPop

Meski, kata dia, banyak alasan politisi berpindah partai mulai perselisihan internal karena suara partai merosot, hingga ambisi pribadi. Namun, ia mengkritisi biasanya karena alasan pragmatis. 

"Makanya, banyak politikus biasanya pindah partai jelang gelaran pemilu atau Pilkada," kata Hojin di Jakarta, dikutip pada Jumat, 16 Agustus 2024. 

"Seperti yang dipraktikkan Isran Noor di Kaltim itu. Apakah ada yang salah dengan fenomena politisi kutu loncat? Apakah wajar dan beretika?" lanjut Hojin.

Hojin mengkritisi politikus yang lompat partai mungkin menganggap sudah biasa. "Itu dilakukan demi untuk mempertahankan kekuasaannya," ujarnya.

Bahkan, menurut dia, aksi pindah partai itu dilakukan tanpa perasaan bersalah terhadap partai sebelumnya yang sudah memebasarkan namanya. 

"Jadi, publik pun serta merta akan beranggapan. Jika partai politik yang membesarkanya saja dengan mudah dia khianati, apalagi rakyat," urainya.
 
Dari Demokrat Lompat Lagi ke PDIP

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat AHY meresponns kembalinya Isran Noor ke partai berlambang bintang mercy itu. 

AHY menyampaikan demikian saat partainya mengeluarkan rekomendasi untuk mendukungan Isran Noor-Hadi Mulyadi maju di Pilgub Kaltim 2024.

Dalam pengumuman tersebut, AHY menyampaikan Isran sudah kembali jadi kader Partai Demokrat. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut