Siap Maju di Pilwalkot Bogor, Politisi Perempuan Golkar Ini Soroti 3 Masalah
- Istimewa
Hasil Survei
Rumah Demokrasi melakukan pemotretan terhadap perilaku pemilih di Kota Bogor. Ini dilakukan dari tanggal 1 hingga 21 Agustus 2024. Hasilnya, ada beberapa perilaku pemilih di Kota Bogor terhadap kandidat perempuan di pemilu.
Ada 604 orang responden di Kota Bogor. Sampel diambil secara acak bertingkat dari 20 kelurahan yang ada di 6 Kecamatan di Kota Bogor hingga pada wilayah terkecil yakni tingkat RW. Adapun tingkat kepercayaan dalam penelitian ini adalah 96 %.
Kebanyakan responden tidak mengetahui adanya calon perempuan pada masing-masing kecamatan di Kota Bogor. Hanya responden di Kecamatan Bogor Selatan yang mengetahui adanya calon perempuan yang tinggi yaitu sebesar 41,3 %.
"Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ada dua besar kandidat perempuan yang diketahui responden sebagai calon Wali Kota Bogor. Keduanya yakni; Melli Darsa dan Annida Allivia," ujar pimpinan Rumah Demokrasi, Ramdansyah.
Lebih lanjut dijelaskannya, walau responden rata-rata tidak mengetahui calon dari perempuan, tetapi mereka masih bisa menyebutkan sejumlah nama kandidat perempuan.
Ada tiga besar perempuan yang diketahui sebagai kandidat yakni Melli Darsa, Annida Allivia dan Rena Da Frina.
Sehingga, afirmasi perempuan di eksekutif bisa dibilang masih belum berjalan dengan baik di Kota Bogor. Saat responden ditanya terkait pilihan calon perempuan jika Pilkada Kota Bogor digelar saat ini, ada 27 % yang akan memilih perempuan dan 34,1 % tidak, ragu-ragu 37,9 %.
"Tiga besar perempuan yang akan dipilih jika pemilih dilakukan pada hari ini adalah; Melli Darsa, Aniida Allivia dan Rena Da Frina," tutup Ramdansyah.
Dalam acara tersebut ikut hadir politisi perempuan Golkar yang juga ketua umum istri-istri Partai Golkar Provinsi Papua, Yanti Susanti.
