Mundurnya TGB dari Perindo juga Karena Beda Sikap di Pilkada NTB, Kata Pengamat

TGB Zainul Majdi dan Zulkieflimansyah berpose dua jari sebagai sinyal agar paket Zul-Rohmi lanjut dua periode, meskipun belakangan paket tersebut bubar. (Satria)
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Satria Zulfikar (Mataram)

Lombok, VoxPop – Tuan Guru Bajang atau TGB Zainul Majdi, resmi mengajukan surat pengunduran diri dari Partai Perindo. Seperti diketahui, jabatan TGB adalah Ketua Harian Partai. DPP Partai Perindo juga telah menerima secara resmi pengunduran diri mantan Gubernur NTB dua periode itu.

img_title Breaking News! Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Ihsan Hamid menilai mundurnya TGB memiliki kausalitas atau keterkaitan dengan Pilgub NTB 2024 saat ini.

“Kalau konteks Pilgub NTB tentu punya kausalitas. Orang politik kalau kedip mata punya makna apalagi peristiwa besar dan beliau bukan anggota biasa. Makanya pertanyaan dasar apa yang bisa kita baca ketika TGB menudur,” katanya dikonfirmasi, Jumat, 1 November 2024.

img_title Mendiktisaintek Tegaskan Data 60 Ribu Calon Mahasiswa Mengundurkan Diri Salah, Begini Penjelasannya

Ihsan melihat, TGB saat ini baik selaku politisi maupun individu, mengarahkan dukungannya ke Zulkieflimansyah di Pilgub NTB, meskipun pihak Sitti Rohmi Djalillah atau Rohmi yang merupakan kakak kandung TGB sekuat tenaga menafsirkan berbeda. Semenetara realita yang ada bahwa TGB mendukung Zulkieflimansyah.

“Karena sejak awal TGB tidak ingin paket Zul-Rohmi pecah. Mundurnya beliau dari Perindo dapat dikatakan sebagai sikap kedewasan dalam poltik dan sebagai bentuk konsistensi TGB dengan sikap awal,” ujarnya.

img_title 1.300 Warga Solok Tolak Bansos Karena Merasa Mampu, Wabup Ungkap soal Pendataan

Pasangan Sitti Rohmi Djalillah-Musyafirin pengusung utamanya adalah Perindo. Juga didukung oleh PKB sehingga bisa maju di Pilkada NTB tahun ini.

Ihsan menilai, dalam pemahaman TGB bahwa hasil dari paket Zul-Rohmi yang sudah menjabat sebagai gubernur dan wakil gubernur periode pertama, butuh transisi kepemimpinan selama 10 tahun atau dua periode.

Apalagi saat transisi kepemimpinan 2018 lalu, Zul-Rohmi memimpin dengan diwarnai bencana gempa bumi dan covid-19, sehingga membutuhkan waktu lebih untuk melihat hasil yang lebih baik. Namun duet ini tidak bisa disatukan lagi sehingga Zul dan Rohmi sama-sama maju sebagai cagub.

“Beliau (TGB) memahami secara ideal sirkulasi kepemimpinan itu 10 tahun baru terlihat hasil. Apalagi era Zul-Rohmi kemarin banyak juga hasil kepemimpinan mereka,” kata dia.

Dia melihat sikap TGB sudah terbaca dari awal. Mulai dari sikap tidak mendukung Rohmi-Firin saat wawancara dengan awak media di Islamic Center NTB, bersepeda bersama hingga menyaksikan Moto GP bersama Zulkieflimansyah di Sirkuit Mandalika, menjadi sinyal kuat arah dukungan TGB.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut