Harus Ada Kesetaraan & Keadilan dalam Berbangsa & Bernegara
VoxPop.co.id – Di berbagai negara di dunia masalah ketimpangan perekonomian antara yang kaya dan yang miskin sangat tinggi begitu pula yang terjadi di Indonesia. Permasalahan tersebut berefek domino kepada berbagai kejahatan yang terjadi seperti kriminalitias, radikalisme dan kerusuhan sosial. Hal ini sangat berbahaya sekali jika didiamkan tanpa ada upaya membenahinya.
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dalam audiensi dengan delegasi Pengurus Besar (PB) Al Jam’iyatul Washilah, di Ruang Kerja Ketua MPR RI, Gedung Nusantara III, Kompleks gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Rabu 6 Januari 2016, mengungkapkan bahwa masalah tersebut muncul saat berbincang dengan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak belum lama ini.
Dalam perbincangan tersebut, menurut Zulkifli Hasan, Najib Razak mengatakan bahwa di Malaysia sejak lama sudah melakukan apa yang disebut rekayasa sosial. Mengapa rekayasa sosial tersebut dibuat, sebab warga bumiputera atau warga pribumi kalau tidak dibantu tidak akan bisa maju, mereka akan tertinggal jauh dengan yang lain.
Pemerintah Malaysia membantu para bumiputera untuk maju dalam segala hal seperti perekonomian dan pendidikan. Pengusaha bumiputera membuat proprosal usaha dibantu oleh manajemen perbankan pemerintah. Pendidikan gratis dan rutin mengirimkan pelajar ke luar negeri untuk sekolah. Menurut Najib Razak semua itu dilakukan bukan mengimplementasikan rasisme atau diskriminatif tapi sebagai bentuk memunculkan kesetaraan dan keadilan.
“Najib Razak bicara pada saya ini masalah kesetaraan dan keadilan. Bagaimana kalau satu kaya satu miskin tidak bisa damai nanti. Najib Razak bertanya bagaimana dengan Indonesia?, nah itu yang belum. Saya rasa ini sangat bagus rekayasa sosial membantu kaum yang berada di garis kemiskinan untuk terjadinya kesetaraan dan keadilan sosial,” ujarnya.
Jika pemerintah melakukan rekayasa sosial untuk membantu pribumi, lanjut Zulkifli, dimaksudkan agar terjadi kesetaraan dan keadilan bukan diartikan hanya memikirkan golongan masyarakat tertentu atau melakukan diskriminasi atau rasisme. Ketimpangan perekonomian diupayakan jangan sampai jauh seperti langit dan bumi contohnya jangan sampai masyarakat kota makan enak setiap hari tapi masyarakat pinggiran bahkan tidak makan sama sekali.
