Hidayat: Jokowi Pesan Jangan Gunakan Ndeso karena Menyakiti

Jokowi dan Hidayat Nur Wahid.
Sumber :
  • VoxPopnews/Ikhwan Yanuar

VoxPop.co.id - Kata "ndeso" kini sedang menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah video dari anak Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, dilaporkan ke polisi karena diduga melakukan penodaan agama. Salah satu pihak yang tertarik adalah Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid.

img_title Kaesang Mau Nyaleg dari Dapil Puan Maharani di Pemilu 2029, Ini Kata Ganjar

Mantan Presiden PKS tersebut mengatakan kata "ndeso" juga sempat muncul ketika Jokowi maju dalam kompotisi Pilpres dan menyatakan kata itu menghina dan menyakiti wong cilik. Namun, kini kata tersebut menjadi polemik.

"Saya juga dari desa yaitu daerah Prambanan yang masuk Klaten. Kan Pak Jokowi pesan jangan gunakan ndeso karena itu menyakitkan," katanya di Yogyakarta, Minggu, 9 Juli 2017.

img_title Kaesang Pangarep dan Erina Gudono Perdana Perlihatkan Wajah Putri Mereka Bebingah Sang Tansahayu ke Publik

Tak ingin terlibat lebih dalam dalam kasus "ndeso", Hidayat mengatakan bahwa tradisi mudik saat lebaran lekat dengan kata "ndeso". Warga pulang ke ndeso untuk merayakan lebaran dengan keluarga di kampung atau desa.

"Mudik itu tradisi pulang kampung, pulang ke desa," ujarnya.

img_title Safari Politik ke Lampung, Jokowi Bicara Soal Target Besar pada Pemilu 2029

Wakil Ketua MPR itu juga mengatakan jika PKS jauh dari tradisi "ndeso" adalah salah. Karena PKS komitmen untuk melestarikan budaya seperti wayangan atau ketoprakan dan kebudayaan dan tradisi di masyarakat.

"Ada anggapan PKS anti budaya dan tradisi masyarakat seperti wayangan, ketoprak, itu salah. Kami sangat mendukung budaya dan tradisi yang ada di masyarakat," ujarnya.

Hasto Kristiyanto

Kaesang Mau Nyaleg di Dapil Puan, Begini Kata Hasto PDIP

Sekjen PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto merespons santai keputusan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep yang akan maju sebagai caleg pada Pemilu Legislatif 2029.

img_title
VoxPop.co.id
28 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut