Harga Anjlok, Pemerintah Memilih Ekspor Jagung

Target Produksi Jagung Kementerian Pertanian
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

VoxPop – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan, saat ini harga jagung anjlok. Dari yang awalnya sekitar Rp4.000 per kilogram, turun hingga kisaran Rp2.000 hingga Rp2.500 per kg.

img_title Ekspor Juni 2026 Capai US$25,46 Miliar, BPS Ungkap Komoditas Pendorongnya

"Makanya solusinya adalah kami ekspor," kata Amran, usai menghadap Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, Jakarta, Senin 19 Februari 2018.

Saat ini, Amran mengakui hasil panen jagung di beberapa daerah sudah mulai diekspor ke sejumlah negara. Seperti dari jagung asal Gorontalo, sekitar 100 ribu ton yang akan diekspor ke Filipina dan Malaysia. Dua negara itu dinilai mentan membutuhkan banyak jagung.

img_title BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global, Dorong Pelatihan Ekspor

"Karena Malaysia butuh 3 juta ton. Filipina 1 juta ton," katanya.

Menurut Amran, pilihan untuk mengekspor jagung akan bisa menormalkan kembali harga yang anjlok. Termasuk di beberapa daerah yang produksi jagungnya banyak.

img_title Bahan Baku Minyak Goreng RI Sulit Tembus Pasar Eropa? Ini Penjelasannya

Selain Gorontalo, Amran juga mengatakan, daerah di Sumbawa, NTB, yang hasil jagungnya banyak, akan diekspor. Namun berapa jumlah panennya, ia mengaku harus melihat data terlebih dahulu.

Untuk 2018, Amran mengatakan target produksi jagung bisa menembus hingga 24 juta ton.

Panen Padi Perbukitan

BPS Pede Produksi Padi dan Jagung di Semester I-2026 Bakal Meningkat, Simak Proyeksinya

Ateng BPS menyampaikan bahwa produksi padi diperkirakan meningkat 7,02 persen, dari 4,01 juta ton GKG pada bulan Juni 2025 menjadi 4,29 juta ton GKG pada bulan Juni 2026.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut