Menteri Pertanian Siap Dipenjara gara-gara Rombak Aturan

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (duduk-kanan), dan Panglima Kodam Wirabuana, Mayor Jenderal TNI Agus Surya Bakti, dalam panen raya di Poso pada Selasa, 13 Desember 2016.
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Abdullah Hamann

VoxPop – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa upaya peningkatan produksi pertanian tidak hanya dengan meningkatkan kualitas benih dan sarana-prasarana produksi pertanian. Langkah lain adalah dengan merombak atau membongkar peraturan yang selama ini berlaku.

img_title ICRS 2026, Pupuk Kaltim Beberkan Proses Rehabilitasi 2,23 Hektare Terumbu Karang di Bontang

"Salah satu aturan yang dibongkar adalah terkait aturan pengadaan," kata Amran, saat menyampaikan kuliah umum di Yogyakarta pada Senin 12 Maret 2018.

Biasanya, kata Amran, pengadaan dimulai dari tender pada Januari dan prosedur berikutnya sampai barang itu ada. Namun, dalam pertanian, tidak dapat diberlakukan karena pertanian mengikuti musim dan tidak boleh terlambat.

img_title Jaga Produksi, Bupati di Daerah Ini Turunkan Mobil Tangki Airi Sawah

Dia memberikan contoh ketersediaan pupuk, satu aspek sederhana tetapi bisa berdampak massal kalau ada yang tak beres. "Jika keterlambatan pupuk mencapai satu minggu, kerugian secara nasional akan mencapai Rp40 triliun," katanya.

Dia mengaku sudah berkeliling di ratusan kabupaten di Indonesia yang kemudian disimpulkan, tidak satu pun daerah itu tak mengalami keterlambatan penyediaan saprotan (sarana produksi pertanian). Belum lagi, keterlambatan sarana produksi pertanian lain juga tentu semakin memperbesar kerugian. 

img_title Ini Produk Terlaris di Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih

"Kebijakan bidang pertanian yang salah, kerugiannya dapat lebih dahsyat ketimbang korupsi," katanya.

Untuk memperbaiki kebijakan itu juga bukan hal yang mudah. Lebih 2.000 satuan kerja di lingkungan Kementerian Pertanian yang ternyata lebih memilih pertanian hancur ketimbang melangkah yang tidak sesuai dengan prosedur.

Banyak di kalangan pejabat itu menyatakan membongkar dan membenahi peraran dapat berbahaya dan akan menyebabkan permasalahan hukum di kemudian hari. Tetapi. dia mengaku lebih memiliih perbaikan kesejahteraan petani meski jalannya tak mudah.

Amran menegaskan, jika memang ditakdirkan akan dipenjara karena kebijakannnya yang mengoreksi kebijakan sebelumnya demi kesejahteraan petani, ia siap dipenjara. "Saya siap dipenjarakan," katanya.

Kementerian Pertanian sudah bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi, Kejaksaan, dan Polri untuk mengawasi proses perombakan aturan dan kebijakan itu. Dia meyakini langkah itu akan lebih bermanfaat ketimbang sekadar berpikir meningkatkan produksi tetapi mengabaikan aspek regulasi atau aturan.

Bibit unggul gratis

Kementerian pada tahun ini menargetkan tiga juta lahan padi milik petani di Indonesia akan mendapatkan benih padi unggul yang produksi mencapai 10 ton per hektare. Jumlah itu dua kali lipat dengan produksi padi yang biasa ditanam oleh petani.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut