ICRS 2026, Pupuk Kaltim Beberkan Proses Rehabilitasi 2,23 Hektare Terumbu Karang di Bontang

Penyelam melakukan transplantasi terumbu karang di kawasan rehabilitasi Tebok Batang, Kota Bontang, Kalimantan Timur.
Sumber :
  • Dokumentasi Pupuk Kaltim.

Jakarta, VoxPop – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mencatat telah merehabilitasi terumbu karang seluas 2,23 hektare di kawasan Tebok Batang, Kota Bontang, Kalimantan Timur melalui program konservasi yang dijalankan secara berkelanjutan sejak 2011. Pengalaman konservasi tersebut dipaparkan Pupuk Kaltim dalam 16th International Coral Reef Symposium (ICRS) di Auckland, Selandia Baru, pada 19–24 Juli 2026

img_title Ini Produk Terlaris di Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih

Perwakilan Delegasi Pupuk Kaltim Astri Agustina menjabarkan, program rehabilitasi tersebut dikembangkan melalui pembangunan modul terumbu buatan, transplantasi karang, pemberdayaan masyarakat pesisir, serta pemantauan ekologi dan sosial secara berkelanjutan.

“Dalam implementasinya, rehabilitasi dilakukan dengan desain tiga tipe modul terumbu buatan, yaitu Pyramid, Cube, dan Dome. Model ini sangat mendukung penempelan karang serta peningkatan keanekaragaman hayati selama 15 tahun program di Tebok Batang,” kata Astri dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.

img_title 15 Ribu Pekerja dan Warga di Kaltim Terancam Tak Dapat Penghasilan, Ini Sebabnya

Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim Anggono Wijaya mengatakan keterlibatan perusahaan dalam ICRS 2026 menunjukkan komitmen menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin 14 tentang ekosistem laut.

“Kami percaya masa depan ekosistem laut tidak dapat dijaga oleh satu pihak saja. Untuk itu, Pupuk Kaltim akan terus hadir bergandeng tangan memastikan sumber daya laut tetap lestari dan terjaga,” ucap Anggono.

img_title Perkuat Pasokan Gas Jangka Panjang, Petrokimia Gresik Teken Perjanjian Jual-Beli ke 2 Pihak Ini

Program itu berawal dari kondisi kerusakan lebih dari 50 persen terumbu karang di perairan Bontang yang dipengaruhi praktik penangkapan ikan tidak ramah lingkungan. Hingga 2025, kawasan rehabilitasi tersebut telah mencatat 57 famili ikan karang dan 69 genus karang. Area yang direhabilitasi mencapai 2,23 hektare dari total 10 hektare kawasan yang memperoleh Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL).

Menurut Astri, kawasan Tebok Batang kini berkembang menjadi model konservasi berbasis kolaborasi yang tidak hanya berorientasi pada pemulihan ekosistem laut, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pelibatan kelompok nelayan dalam pembangunan terumbu buatan, penenggelaman modul, hingga pemantauan berkala.

“Pengalaman Pupuk Kaltim menunjukkan keberhasilan restorasi tidak hanya ditentukan teknologi yang digunakan, tetapi juga kesinambungan pemantauan serta adaptasi pengelolaan berdasarkan hasil evaluasi lapangan,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut