RI-China Sepakati Bangun Waduk Jenelata dan Riam Kiwa

Ilustrasi waduk penyedia air minum
Sumber :
  • http://jelajahtravkulindonesia.blogspot.co.id/

VoxPop – Kunjungan Perdana Menteri China, Li Keqiang dan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor menyepakati sejumlah kerja sama. Salah satunya mengenai pembangunan Waduk Jenelata di Sulawesi dan Waduk Riam Kiwa di Kalimantan.

img_title Purbaya Pede Ekonomi Sepanjang 2026 Bakal Tumbuh hingga 6 Persen, Begini Strateginya

Pembangunan kedua waduk itu, disepakati dengan penandatangan memorandum of understanding (MoU) antara dua menteri. Penandatanganan disaksikan oleh Presiden Jokowi dan PM Li.

Dari pihak Indonesia, MoU diteken oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono. Sementara dari China, diteken oleh Ketua Badan Kerja sama Pembangunan Internasional RRT Wang Siau Tau.

img_title IHSG Dibuka Menghijau Siap Uji Resistance, Wall Street dan Bursa Asia Kompak Menguat

Untuk Waduk Jenelata diprediksi bisa menampung 223 juta meter kubik air. Air dalam jumlah sebesar itu, bisa juga dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik untuk daerah Gowa dan Kota Makassar.

Bendungan yang terletak di Kabupaten Gowa tersebut, menggunakan lahan sekitar 2.200 hektare. Sementara total anggaran pembangunannya diprediksi mencapai Rp1,63 triliun.

img_title 3 HP Murah Rp1 Jutaan dengan Dukungan Update Lebih Panjang, Investasi Cerdas untuk Penggunaan Bertahun-tahun

Ilustrasi waduk

Sementara itu, Waduk Riam Kiwa terletak di Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan. Dengan pembangunan waduk ini, diprediksi bisa menampung 127 juta meter kubik air.

Dengan jumlah sebesar itu, juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber air untuk irigasi dan bisa mengairi persawahan hingga 5.000 hektare lahan. Selain itu, Waduk Riam Kiwa juga disebut bisa digunakan untuk pembangkit listrik tenaga air dengan kapasitas 2,7 MW.

MoU juga ditandatangani terkait kerja sama Pembangunan ekonomi komprehensif regional. Di mana pemerintah Indonesia diwakili Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, sementara dari China diwakili Ketua Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional He Lifeng.

Terkait ekonomi komprehensif ini, PM Li juga berjanji akan mengutus orang-orangnya untuk mengkaji.

"Kami akan mengirim lagi tim ahli dari Tiongkok untuk menelaah lagi usulan empat koridor ekonomi yang diusulkan khususnya pembangunan pelabuhan, ekonomi pesisir, pembangunan pengolahan perikanan untuk bisa bekerja sama," jelas PM Li.

Ilustrasi SPBU Pertamina

Harga Pertamax Turun, Pemerintah Dinilai Jaga Keseimbangan Energi dan Investasi

Yulisman menilai penurunan harga Pertamax, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo jadi sinyal positif pemerintah menjalankan mekanisme penyesuaian harga secara transparan.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut