Cerita Baru Energi Terbarukan
- VoxPop/Purna Karyanto
Kata Sofyan, PLN membeli listrik dari PLTB ini sebesar US$11,3075 sen per kWh. Perjanjian jual beli tenaga listrik dilakukan pada 19 Agustus 2015 antara PT PLN dengan PT UPC Sidrap Bayu Energi. Menteri Jonan memperkirakan, dengan harga sebesar itu, return of investment (ROI) akan kembali dalam waktu sekitar 8 tahun.
Harus diakui bahwa harga listrik itu masih lebih mahal ketimbang PLTU Batu Bara yang berkisar pada US$5 sen - US$7 sen. Mahal memang, karena teknologi PLTB ini masih mahal. Namun dalam jangka panjang lebih murah.
Sebab, dalam operasionalnya hanya membutuhkan pegawai hanya 50 orang dan tidak perlu menyediakan bahan bakar seperti PLTU batubara. Ataupun membangun pelabuhan Jeti dan tempat penampungan batubara.
"Jadi tidak perlu setiap hari membakar batubara. Tapi nanti akan makin murah dan harga listriknya bisa bersaing," ujar Jokowi.
Jokowi menjanjikan, PLTB ini tidak hanya akan dikembangkan di Sulawesi. "Jawa bagian selatan banyak anginnya, bisa dikembangkan di sana," ucap Jokowi sembari mengungkapkan bahwa saat ini tengah dibangun PLTB Sidrap tahap dua.
Namun yang harus diapresiasi dari PLTB ini adalah energi baru terbarukan yang ramah lingkungan. Sehingga Indonesia punya cerita nyata baru tentang energi terbarukan, bukan sekedar hanya dilihat bisa dilihat dalam acara televisi. Dan karena bumi adalah titipan anak dan cucu kita.
