Relaksasi DNI, Investasi Asing ke RI Wajib di Atas Rp10 Miliar

Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Zabur Karuru

VoxPop – Pemerintah telah mengeluarkan aturan relaksasi Daftar Negatif Investasi atau DNI di 54 bidang usaha yang tertuang dalam Paket Kebijakan Ekonomi 16. Meski asing boleh menanamkan modalnya di usaha tersebut, namun Penanaman Modal Asing atau PMA di Indonesia tetap dibatasi.

img_title Pacu Ekonomi hingga Akhir Tahun, Airlangga Bakal Geber Investasi dan Pariwisata di Kuartal III-2026

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso mengatakan, untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang memiliki investasi di bawah Rp10 miliar, asing tetap dilarang masuk. Misalnya, seperti pengupasan umbi-umbian, warung internet, dan usaha kecil lain yang modalnya dipastikan tidak akan mencapai Rp10 miliar.

"Dibebaskan berarti boleh masuk? Tidak, kan PMA itu Rp10 miliar ke atas," jelas pria yang kerap disapa Susi itu di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Senin 19 November 2018. 

img_title Rampungkan Sekolah Rakyat di Soreang, Brantas Abipraya Pastikan Infrastruktur Berkualitas

Untuk itu, ia menegaskan, industri kecil tidak bisa dimasuki oleh investasi asing. Adapun alasan industri kecil dikeluarkan dari daftar negatif investasi, lantaran perizinannya cukup sulit. 

Untuk usaha kecil seperti di bidang pengupasan umbi-umbian dan warnet dikeluarkan dari kelompok perizinan yang dicadangkan untuk UMKM dan Koperasi. Tujuannya, agar perizinan usaha tersebut dipermudah.

img_title Bank Indonesia Proyeksikan Ekonomi RI Tetap Tumbuh hingga 5,7 Persen pada 2026 Meski Kuartal II Melambat

"Warnet dan Umbi-umbian itu dikeluarkan dari UMKM-K supaya tidak perlu izin. Supaya, rakyat tinggal usaha saja. Sebelumnya ada perizinan," katanya. 

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menambahkan, relaksasi DNI dilakukan untuk mengurangi ketergantungan RI terhadap impor yang semakin meningkat. Hal ini juga khusus untuk meningkatkan investasi di sektor tertentu yang tidak ada peminat. 

"Ada bidang usaha peminat yang investasinya tidak ada alias nol. Supaya ini bisa dilakukan. Printing kain misalnya. Demikian pula, terkait industri rokok, jumlahnya terus turun," kata Ketua Umum Partai Golkar itu. 

Menurutnya, agar industri kecil dan menengah bisa tumbuh harus bermitra dengan investor besar baik PMDN atau PMA. "Tapi apapun investasi yang di bawah Rp10 miliar itu, otomatis tertutup untuk PMA. Jadi, relaksasi ini juga agar perusahaan tidak perlu repot mengurus izin," jelasnya. (asp)

Presiden Prabowo Subianto

Prabowo Mau Bangun Sekolah dengan Kurikulum Internasional, Bakal Siapkan Investasi Besar

Presiden Prabowo Subianto menegaskan, pemerintah akan menggelontorkan investasi besar di sektor pendidikan sebagai strategi jangka panjang untuk mencetak SDM kelas dunia.

img_title
VoxPop.co.id
6 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut