Petani Garam di Bima NTB Keluhkan Harga Merosot Usai Panen

Tambak garam di Desa Talibiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, NTB
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Satria Zulfikar

VoxPop – Panen garam tahun ini menjadi terburuk bagi petani garam di Desa Talibiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Harga garam musim ini merosot tajam.

img_title Nilai Tukar Petani Meningkat 0,15 Persen di Juli 2026

Seorang petani garam, Dae Ediwan, mengatakan pada musim panen ini, pengepul hanya mampu membeli seharga Rp20 ribu dengan isi 55 kilo setiap karung.

"Kondisi ini berbeda dengan nilai jual garam yang biasa dibeli seharga Rp35 ribu dan bisa sampai dengan Rp40 ribu per karung," ujarnya saat dihubungi, Minggu 12 Mei 2019.

img_title 3 HP Murah dengan Sinyal Kuat dan Baterai Besar, Solusi Praktis bagi Petani di Daerah Pedesaan

Dae mengaku sebagai warga setempat sangat menggantungkan hidup menjadi petani garam. Sehingga dia sangat terpukul jika harga garam merosot. "Merosotnya harga garam sudah pasti saya hanya mendapat harga capeknya saja," katanya.

Dia menuturkan, harga garam saat ini hanya mampu dibeli oleh pengepul yang biasa mengambil garam seperti PT Budi Yono, dengan harga paling tinggi Rp10 ribu.

img_title Pemerintah Siapkan Benih Gratis untuk 870 Ribu Hektare Perkebunan se-Indonesia

"Saya harap pihak pemerintah daerah bisa membantu para petani  garam di Desa Talibiu, di mana usaha ini merupakan komoditas utama dalam menetapkan profesi di dalam hidupnya," jelasnya.

Dae dan petani garam lainnya berharap pemerintah dapat menambah pabrik garam di Bima, sehingga ada persaingan pasar yang sehat. Petani garam tidak dimonopoli oleh satu perusahaan. (ren)

Ditjen Perkebunan Kementan meningkatkan ekstensifikasi dan intensifikasi tebu

Pemerintah Wajibkan Industri Gula Punya Kebun Tebu Sendiri, Asosiasi Petani Buka Suara

Ketua Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Soemitro Samadikoen menilai, aturan tersebut sulit direalisasikan dalam waktu dekat.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut