Wahai Produsen Hollywood! Bikin Film di Indonesia dapat Cashback Pajak

Film Hollywood.
Sumber :
  • U-Report

VoxPop – Siap-siap untuk para pelaku industri perfilman. Karena, mereka akan mendapat insentif berupa pengembalian pajak (tax refund), atau bahasa kekiniannya cashback pajak, apabila film yang dibuat mereka selesai dilakukan. Hal ini dikatakan oleh Kepala Badan Ekonomi Krearif, Triawan Munaf.

img_title Transformasi dan Inovasi Teknologi Makin Pesat, Investasi Modern Lewat AI & Riset Jadi Tren Baru

"Insentif ini tentunya dipilih, ya. Karena, yang paling memungkinkan untuk direalisasikan, ketimbang pemberian insentif pengurangan pajak di awal. Itu tidak akan dapat sambutan bergairah dari aparat pajak, karena akan mengurangi kemampuan mereka mencapai target tahunan," kata dia, seperti dikutip dari VoxPopnews.

Triawan juga mengungkapkan insentif ini dibutuhkan karena Indonesia merupakan satu-satunya negara yang tidak memiliki kebijakan pemberian insentif pajak di sektor perfilman.

img_title Harga Pertamax Turun, Pemerintah Dinilai Jaga Keseimbangan Energi dan Investasi

Padahal, negara tetangga, seperti Malaysia memberikan kebijakan cashback pajak film sebesar 25 persen bagi industri film luar negeri yang mau membuat filmnya di negara mereka.

"Jadi, sebagai biaya promosi karena shooting di Indonesia, orang promosikan di sini. Jadi nanti pajak bisa terima penuh, target tercapai, tapi kita bisa fasilitasi dengan cashback atau pembalikan uang-uangnya melalui pembiayaan hibah dan lain-lain," ungkap dia.

img_title Purbaya Pede Ekonomi Sepanjang 2026 Bakal Tumbuh hingga 6 Persen, Begini Strateginya

Untuk besaran pengembalian pajaknya, lanjut Triawan, tidak dalam bentuk persenan, melainkan dikembalikan seluruhnya sesuai dengan pajak-pajak yang diterima industri film tersebut saat membuat filmnya di Indonesia.

Selama ini, industri film asing maupun nasional memang dikenakan pajak berganda, misalnya pajak penyewaan alat, honor pemain dan kru, iklan, distribusi, hingga pajak daerah untuk pemutaran di gedung bioskop dan lainnya.

Meski begitu, nantinya insentif tersebut akan diklasifikasikan dengan besaran investasi untuk pembuatan film tersebut. "Misalnya, orang Prancis atau Hollywood mau shooting di Batam atau di Bali, mereka mesti ajukan proposal seperti apa jumlah investasi dan produksinya berapa lama,” paparnya.

Triawan melanjutkan, setelah mereka shooting dan filmnya selesai digarap, maka mereka harus melaporkan. "Nanti kita bandingkan dengan janji mereka. Nah, mereka bisa langsung dapat cashback pajak," ungkap dia.

Ilustrasi industri tekstil

Hampir 10 Ribu Lapangan Kerja Berpotensi Tercipta dari Investasi Enam Perusahaan TPT Ini

Berdasarkan proyek investasi yang telah diumumkan sepanjang 2025 hingga Agustus 2026, enam perusahaan berpotensi menciptakan sekitar 9.000–9.800 kesempatan kerja baru.

img_title
VoxPop.co.id
6 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut