Mahfud Sebut Ada yang Bikin PSBB Total Anies di Jakarta Seolah Gawat

Menkopolhukam Mahfud MD di Yogyakarta
Sumber :

VoxPop – Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengatakan, ada yang menarasikan kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berksla Besar (PSBB) di Jakarta secara total dengan arti yang lain. 

img_title Partai Gerakan Rakyat Besutan Eks Jubir Anies Baswedan Daftar ke Kemenkum, Target Lolos Pemilu 2029

Menurut Mahfud, kebijakan itu ada yang mengartikannya seolah-olah adalah sebuah kebijakan baru sehingga sempat mengejutkan perekonomian nasional.

"Sebenarnya cuma kata istilah PSBB total seakan-akan baru dan secara ekonomi mengejutkan. Menurut para ahli, kemarin itu hanya beberapa jam, pagi-pagi jam 11.00 WIB, negara sudah rugi Rp300 triliun atau Rp297 triliun hanya sebentar karena pengumuman itu," kata Mahfud di sebuah seminar daring dikutip Senin, 14 September 2020.

img_title Beberkan Rekam Jejak Dino Patti Djalal, Anies Baswedan: Dia Bukan Diplomat Karbitan

Baca juga: IHSG Anjlok 5 Persen, BEI Sebut Imbas Rencana PSBB Total di Jakarta

Menurut Mahfud, pengumuman menarik rem darurat yang tiba-tiba itu seakan memberi efek kejut kepada masyarakat. Meskipun, Mahfud menegaskan tidak ada yang salah dari menerapkan kebijakan PSBB di Jakarta. "Tapi kemudian dinarasikan seakan-seakan terjadi hal yang sangat gawat," ujar Mahfud.

img_title Putusan MK Sebut Jakarta Masih Ibu Kota Negara, Begini Kata Anies

Mantan hakim Mahkamah Konstitusi ini meminta masyarakat agar tidak panik dengan pengumuman PSBB total yang diterapkan sejak Senin, 14 September 2020 ini.

Menurut Mahfud, kebijakan PSBB tersebut juga bukan hal yang baru di Ibu Kota Jakarta. Karena sebelumnya DKI sendiri memang sudah menjalani PSBB sejak beberapa bulan lalu.

"Ya oleh sebab itu, enggak usah panik, mudah-mudahan pasar (keuangan) ya paham," ujarnya. (lis)

Ilustrasi rupiah dan dolar

Rupiah Berbalik Melemah ke Rp18.075 per Dolar AS, Sikap Baru The Fed Bikin Arah Pasar Sulit Ditebak

Rupiah pagi ini Kamis, 30 Juli 2026 dibuka melemah ke Rp18.075 per dolar AS setelah The Fed mempertahankan suku bunga. Pasar kini menanti data inflasi dan tenaga kerja AS

img_title
VoxPop.co.id
30 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut