BTN Jual Aset Properti Kredit Bermasalah di 4 Kota Ini
- Dokumentasi BTN.
VoxPop – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mempercepat pemulihan aset atau recovery asset kredit bermasalah dengan menjualnya dalam gelaran Asset Sales Festival. Aset yang dijual ada di 4 kota besar di Indonesia dan ditargetkan meraih dana Rp430 miliar.
Direktur Remedial and Wholesale Risk, BTN, Elisabeth Novie Riswanti mengatakan, empat kota yang disasar yakni Medan, Bandung, Surabaya, dan Makassar. Program ini merupakan kelanjutan dari acara Asset Sales Festival yang sebelumnya diadakan di Jakarta pada Juli silam.
Baca juga: Cek Rekening, Tahap II Bantuan Subsidi Gaji Termin Kedua Sudah Cair
Dia mengungkapkan, acara Asset Sales Festival diselenggarakan secara offline dan online mempertemukan investor, pengembang, penjual properti dan calon pembeli untuk meraup keuntungan dalam bisnis properti. Aset properti yang ditawarkan tidak saja berasal dari kredit konsumer tetapi juga dari kredit komersial termasuk aset bermasalah kelolaan BTN Syariah.
“Kami memberikan peluang emas kepada para investor maupun pengembang properti untuk berinvestasi pada aset-aset properti murah yang dapat dijadikan aset produktif,” kata Novie di sela acara Asset Sales Festival di Bandung, Jawa Barat, dikutip dari keterangannya, Senin 16 November 2020.
Menurut Novie, minat masyarakat sebagai investor sangat tinggi dalam berinvestasi pada rumah-rumah yang bermasalah atau aset mangkrak. Dalam hal ini, BTN tidak hanya mengajak investor atau developer yang sudah biasa berbisnis perumahan tetapi juga para nasabah prima atau deposan yang tertarik untuk mendapat untung dari bisnis rumah bermasalah.
"Jadi opportunity bisnis juga sangat besar bagi rumah-rumah bermasalah. Sehingga minat investor sangat besar," katanya.
Dia menceritakan, pada rangkaian acara Asset Sales Festival yang digelar di Medan pada awal November 2020, BTN mencatatkan pembelian dari para investor sebesar Rp70 miliar. Sementara itu, di Bandung, jumlah aset yang ditawarkan mencapai Rp1,2 triliun dengan jumlah 10.000 unit yang mayoritas berupa aset rumah dan bangunan.
“Dari sejumlah rangkaian acara investor yang kami gelar, yang paling diminati oleh investor adalah rumah baik tanah dan bangunannya dengan rentang nilai aset dari Rp300 juta hingga Rp500 juta dan sejumlah proyek perumahan. Pilihan tersebut menyesuaikan dengan permintaan pasar atas perumahan yang masih tinggi,” tutur Novie.
