Alasan Suku Bunga Perbankan Susah Turun Meski BI Rate Dipangkas 

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Galih Pradipta

VoxPop – Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate atau BI rate menjadi 3,75 persen. Dengan begitu, diharapkan suku bunga kredit di perbankan juga menjadi turun sehingga membantu menggerakan ekonomi dari dampak COVID-19.

img_title IHSG Terkoreksi ke 7.544, Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga BI

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengakui hingga saat ini suku bunga kredit di perbankan masih tinggi. Padahal, dia menegaskan, BI telah menurunkan suku bunga acuan pada tahun ini sebesar 125 basis points (bps) atau sebesar 225 bps sejak Juli 2019.

"Kami dengan tidak segan-segannya mengharapkan perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit sehingga itu bisa mendorng pemulihan ekonomi," kata dia, Kamis 19 November 2020. 

img_title Tok! The Fed Tahan Suku Bunga 3,5 Persen, Arah Ekonomi AS Abu-Abu Efek Perang Iran

Perry mengatakan, terdapat tiga faktor yang menyebabkan perbankan tidak cepat menurunkan suku bunga kreditnya mengimbang penurunan suku bunga acuan BI. Di antaranya cost of fund, biaya administrasi dan terakhir adalah persepsi risiko.

"Tentu saja dengan menurunnya aktivitas ekonomi, risiko kredit meningkat dan sejumlah bank meningkatkan kebutuhan pencadangan terhadap risiko kredit tadi, ini jadi faktor penyebab kenapa suku bunga kredit belum turun," tegas dia. 

img_title Harga Emas Dunia Tiba-Tiba Rontok Saat Keyakinan The Fed Pangkas Suku Bunga Memudar

Padahal, Perry melanjutkan, perekonomian Indonesia saat ini, termasuk perekonomian global telah menhalami perbaikan dan bahkan terus berlanjut ke arah yang lebih baik. Karenanya, risiko kredit tersebut tidak lagi jadi alasan untuk menahan percepatan penyaluran kredit.

"Sudah saatnya penyaluran kredit terus didorong. Sudah saatnya kita membangun optimsime, sudah saatnya kita meningkatkan ekonomi. Pemerintah, BI, OJK telah begitu banyak melakukan sinergi kebijakan dan komitmen menempuh langkah-langkah lanjutan," tuturnya.

Oleh sebab itu, dia mengaku para pemangku kepentingan di regulator sangat berharap peran serta pelaku usaha dan perbankan untuk membantu mendorong pemulihan ekonomi nasional lebih cepat dalam menghadapi dampak COVID-19 

"Tapi tentu saja kami juga mendorong, mengharapkan perbankan dan dunia usaha membangun optimisme agar pemulihan ekonomi berlanjut," ucap Perry. (ren)

Kandidaat Gubernur The Fed, jerome Powell

FOMC Terakhir Powell, The Fed Tahan Suku Bunga di Level 3,5 Persen

The Fed menahan suku bunga di 3,5–3,75 persen pada FOMC terakhir Powell di tengah lonjakan harga minyak dan ketidakpastian global, sinyal kebijakan masih hati-hati.

img_title
VoxPop.co.id
30 April 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut