Gubernur BI: The Fed Akan Pertahankan Kebijakan Suku Bunga Rendah

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

VoxPop – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo meyakini, Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) tak akan melakukan kebijakan tapering off dalam waktu dekat. Meskipun kondisi perekonomian global, termasuk AS akan membaik.

img_title Bitcoin Terkoreksi Usai The Fed Pertahankan Suku Bunga, Investor Didorong Tetap Fokus pada Fundamental

Tapering off diketahui istilah untuk kebijakan bank sentral yang mulai melakukan normalisasi kebijakan. Salah satunya berkaitan dengan stimulus moneter atau quantitative easing seperti mengurangi jumlah pembelian obligasi secara bertahap.

"Kami belum melihat ada suatu rencana mengenai tapering bahkan pernyataan-pernyataan bahwa suku bunga will be low for longer dan likuiditas longgar akan terus dipertahankan terus," kata Perry secara virtual, Kamis, 21 Januari 2021.

img_title Rupiah Makin Anjlok ke Rp 18.109, Potensi Tembus Rp 19.000 di Akhir Juni Imbas Geopolitik Timur Tengah

Baca juga: Pedagang Mogok, Pemprov DKI Siapkan Daging Sapi Beku di 5 Titik

Keyakinan itu, diperolehnya dari hasil berbagai pertemuan yang dilakukan oleh para pemimpin gubernur bank sentral di berbagai negara. Termasuk Ketua The Fed Jerome Hayden Powell maupun jajaran pejabat tinggi The Fed lainnya.

img_title Rupiah Melemah di Rp 17.718 Imbas Pasar Khawatir Soal Arah Kebijakan Suku Bunga The Fed

"Kami mencermati dari pernyataan baik Jerome Powell maupun pejabat-pejabat tinggi Fed maupun bank sentral lain itu jadi salah satu faktor kenapa kami melihat bahwa pasar keuangan global tetap kondusif bagi aliran investasi portofolio ke Indonesia," ujarnya.

Oleh sebab itu, Perry menekankan, kebijakan suku bunga rendah ke depannya masih akan terus dilakukan berbagai bank sentral di negara maju maupun berkembang, termasuk Bank Indonesia. Begitu juga dengan kebijakan likuiditas longgar atau quantitative easing.

"Pertama kami meyakini bahwa suku bunga rendah masih akan tetap di tempuh AS. Kedua, bahwa kebijakan likuiditas longgar juga masih akan ditempuh Fed AS dan itu sejalan dengan ekspansi fiskal di AS," kata Perry.

Walaupun demikian, Perry mengakui aktivitas ekonomi global terus meningkat, didorong oleh implementasi vaksinasi COVID-19 di banyak negara serta keberlanjutan stimulus kebijakan fiskal dan moneter.

Pemulihan ekonomi global tersebut, katanya, ditopang terutama oleh China dan AS, serta sejumlah negara maju seperti Eropa dan Jepang, dan negara berkembang seperti India dan di kawasan ASEAN.

Perkembangan tersebut, menurut dia, dikonfirmasi oleh kinerja sejumlah indikator dini pada Desember 2020 yang terus menunjukkan perbaikan ekonomi. Purchasing Manager's Index (PMI) manufaktur dan jasa di AS, Tiongkok, dan India melanjutkan fase ekspansi. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut