Rupiah Berpotensi Menguat, Ini Pendorongnya

Menghitung uang kertas rupiah pecahan Rp100 ribu
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

VoxPop – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat memiliki peluang untuk menguat pada perdagangan hari ini.

img_title AS Cabut Visa Dubes Brasil usai Calon Dubes Usulan Trump Ditolak

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp14.000 per Selasa 9 Februari 2021. Posisi rupiah itu tercatat tidak berubah dari kurs sebelumnya pada perdagangan Senin 8 Februari 2021.

Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, menjelaskan bahwa rupiah kemungkinan masih bisa menguat terhadap dolar AS hari ini.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.960 usai Rilis Defisit Neraca Perdagangan US$450 Juta di Juni 2026

Baca juga: Januari 2021, Keyakinan Konsumen RI Tertahan Akan Perbaikan Ekonomi

"Indeks saham AS mencetak rekor tertinggi baru kemarin. Minat pasar terhadap aset berisiko terlihat masih tinggi, dengan menguatnya indeks-indeks saham global," kata Ariston dalam analisis hariannya, Selasa 9 Februari 2021.

img_title Ekosistem Kripto dan Blockchain Bisa Diperkuat Pemahaman Quantum Computing, Ini Penjelasannya

Ariston menjelaskan, penguatan ini dipicu oleh optimisme perilisan stimulus fiskal besar AS senilai US$1,9 triliun. Proposal stimulus itu sudah disetujui oleh pihak parlemen AS, dan tinggal mendapatkan persetujuan dari Senat.

Proposal stimulus itu dinilai akan dengan mudah mendapatkan persetujuan Senat AS, karena Partai Demokrat yang merupakan partai pemerintah memegang mayoritas suaranya. Selain itu, ekspektasi terhadap pemulihan ekonomi pun meningkat.

"Potensi kisaran USD-IDR hari ini di 13.950-14.030," ujarnya.

Sementara itu, perdagangan di pasar spot hingga pukul 10.00 WIB, rupiah ditransaksikan di level Rp13.997 per dolar AS.

Posisi itu menguat 5 poin atau 0,04 persen, dari level penutupan perdagangan kemarin di posisi Rp14.002 per dolar AS.

Rudal pencegat HAWK.

AS Mulai Kehabisan Rudal Pencegat, Jadi Alasan Trump Batal Serang Iran?

juru bicara Pentagon Sean Parnell mengatakan militer AS tetap memiliki kemampuan yang diperlukan untuk melaksanakan setiap operasi sesuai keputusan presiden.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut