Pemerintah Harus Awasi Praktik Bisnis Tak Adil Raksasa Digital Dunia

Ilustrasi transaksi di dompet digital atau e-wallet.
Sumber :
  • https://www.theasianbanker.com/

VoxPop – Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Evita Nursanty mengingatkan, transformasi digital yang dilakukan Indonesia dewasa ini jangan sampai hanya dimanfaatkan hanya oleh para raksasa digital dunia. 

img_title InfraNexia Catat Kinerja Positif Perkuat Infrastruktur Digital Nasional, Transformasi TelkomGroup Mulai Tunjukkan Hasil

Apalagi tegasnya, sampai membuat mereka semakin mengisap keuntungan dari Indonesia melalui bisnis dengan praktik tidak adil atau unfair practices. Karenanya, perlu pengawasan ketat.

“Saya katakan mereka (raksasa digital global) jangan hanya bisa mengisap seperti spons secara ekonomi, dan merusak persaingan sehat. Jangan juga berpengaruh buruk secara sosial, tapi harus memberikan kontribusi kepada negara, kepada masyarakat, menjaga lingkungan bisnis yang adil, dan berkelanjutan,” kata Evita Nursanty di Jakarta, Sabtu 27 Februari 2021.

img_title 7 Kecanggihan Kacamata Pintar Modern, Fitur Rekam Video yang Mengubah Industri Konten Kreator

Hal itu disampaikan menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meluncurkan Program Konektivitas Digital 2021 dan Prangko Seri Gerakan Vaksinasi Nasional COVID-19, kemarin.

Baca juga: Survei BI Tunjukkan Bisnis UMKM Bisa 'Kebal' COVID-19, Begini Caranya

img_title Di Balik Keputusan Sony Meninggalkan Disc Fisik, Ada Perubahan Besar dalam Cara Gamer Membeli Game

Dalam kesempatan itu, Jokowi menegaskan Indonesia tidak boleh menjadi korban unfair practices dari raksasa digital dunia, dan berharap  agar transformasi digital menjadi solusi yang saling menguntungkan bagi semua pihak.

Menurut Evita, raksasa digital global saat ini mendapatkan keuntungan yang sangat besar secara finansial, bahkan pada masa sulit seperti pandemi COVID-19 saat ini. Dalam hal ini negara dan UMKM maupun pemain digital dalam negeri bisa menjadi korban unfair practices mereka. 

Dia mencontohkan soal pajak atau kewajiban lain, juga penyalahgunaan kekuatan mereka dalam search engine dan app stores yang lebih memaksakan layanan mereka sendiri, hingga ke urusan tidak seimbangnya term and conditions, unfair trading, transparansi, data, dan lainnya.

Saat ini ada ribuan pemain dalam industri digital global, mulai dari Google Play, Apple App Store, Microsoft Store, Amazon Marketplace, eBay and Fnac Marketplace, Facebook, Instagram, Skyscanner, Google Shopping, Google Search, Seznam.cz, Yahoo!, DuckDuckGo, Bing dan lainnya. Bahkan tak sedikit para pemain baru munucl dari negara lain di luar Amerika Serikat (AS).

Karena itu Evita mengusulkan kepada pemerintah dalam hal ini Kemenkominfo RI, Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengambil inisiatif untuk membentuk tim khusus. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut