Kuartal I, Pendapatan Perusahaan Asuransi Anggota AAJI Naik 13.591%

Ilustrasi Asuransi Jiwa.
Sumber :
  • freepik

Pada awal tahun ini, lanjut dia, AAJI mencatat adanya Indikasi rebound tersebut mulai terlihat dari momen berbaliknya imbal investasi. Terlihat dari hasil investasi dana kelola asuransi jiwa yang sebelumnya mencatat total pendapatan negatif, pada kuartal I-2021 kini investasi yang dilakukan sudah kembali positif.

img_title Bank Indonesia Proyeksikan Ekonomi RI Tetap Tumbuh hingga 5,7 Persen pada 2026 Meski Kuartal II Melambat

Catatan AAJI, hasil investasi industri asuransi jiwa mencapai Rp2,44 triliun di kuartal I. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang mencatat kerugian investasi tak kurang dari Rp47,83 triliun.

Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengungkapkan, tumbuh positifnya industri asuransi awal tahun ini menandakan pemulihan bisnis terdampak COVID-19 sudah mulai terjadi. Optimisme pun terbentuk bahwa tren kenaikan pendapatan ini akan terus terjadi ke depannya.

img_title Hampir 10 Ribu Lapangan Kerja Berpotensi Tercipta dari Investasi Enam Perusahaan TPT Ini

Togar menjabarkan, untuk menjaga konsistensi dan momentum positif dalam industri asuransi, semua pihak perlu terus melakukan literasi dan meningkatkan tata kelola untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Dengan demikian dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat atas kebutuhan akan asuransi jiwa.

"Kami di industri asuransi jiwa melihat potensi bisnis ini sangat besar. Penetrasi yang baru sekitar enam persen di Indonesia menjadi peluang pertumbuhan positif industri asuransi beberapa tahun ke depan. Kita perlu menyesuaikan moda penetrasi pasar baru agar bisa sejalan dengan protokol kesehatan yang ada," ungkapnya.

img_title Industri Pelumas Mulai Tinggalkan Cara Lama

Budi menambahkan, AAJI berharap Pemerintah bisa mendukung upaya yang dilakukan dalam memenuhi kebutuhan ausransi masyarakat dan juga pertumbuhan industri asuransi jiwa. Apalagi potensinya besar ke depannya.

Hal itu bisa dilakukan dengan, pertama, penjualan secara tatap muka tidak langsung diberlakukan secara permanen, terutama di masa pandemi dan pascapandemi. AAJI memperkirakan pandemi telah mengakibatkan perubahan dalam perilaku konsumen, dimana peranan platform digital semakin meningkat. 

Untuk itu, AAJI berharap Pemerintah bisa memberikan relaksasi teknis pemasaran PAYDI untuk diberlakukan secara permanen. Kedua, AAJI berharap agar revisi regulasi PAYDI dapat membantu menumbuhkan optimisme pasar unit link dengan memberikan kelonggaran penempatan investasi pada sub-dana. 

"Tentunya, penempatan investasi akan dilakukan dengan memenuhi unsur kehati-hatian berdasarkan hasil penilaian profil risiko nasabah,” tambahnya.

Presiden Prabowo Subianto

Prabowo Mau Bangun Sekolah dengan Kurikulum Internasional, Bakal Siapkan Investasi Besar

Presiden Prabowo Subianto menegaskan, pemerintah akan menggelontorkan investasi besar di sektor pendidikan sebagai strategi jangka panjang untuk mencetak SDM kelas dunia.

img_title
VoxPop.co.id
6 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut