Menko Airlangga Jabarkan Reformasi Struktural RI di Forum APEC

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Sumber :
  • Dokumentasi Kemenko Ekonomi.

VoxPop – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, krisis yang terjadi akibat Pandemi COVID-19 adalah momentum penting untuk melakukan reformasi struktural di Indonesia.

img_title Airlangga Usulkan Sawit Bebas Tarif 10 Persen AS, Sejumlah Komoditas Ekspor RI Masih Menunggu Keputusan USTR

Dia pun menegaskan, Pemerintah bertekad mengimplementasikan prinsip-prinsip pembangunan inklusif. serta menggunakan krisis sebagai momentum untuk melakukan reformasi struktural secara komprehensif.

Hal ini dia sampaikan saat menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Reformasi Struktural Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) ke-3 yang digelar secara virtual pada Rabu, 16 Juni 2021

img_title Airlangga: Program B50 Bisa Hemat Devisa Rp177 Triliun, Indonesia Tak Lagi Impor Solar

“Pandemi COVID-19 merupakan momentum untuk melakukan reformasi struktural yang menyeluruh bagi perekonomian Indonesia," kata dia saat itu.

Baca juga: Membaca Isyarat Ronaldo-Pogba Singkirkan Botol Coca-Cola dan Heineken

img_title Ketum PB WI Airlangga Hartarto: Prestasi Atlet Tak Bisa Dibangun Secara Instan

Reformasi struktural yang dilakukan Indonesia menurutnya diwujudkan melalui peta jalan atau roadmap pembangunan ekonomi yang lebih hijau, lebih cerdas, lebih produktif, dan berkeadilan

APEC, kata Airlangga, juga memiliki agenda reformasi struktural 2021-2025 yang meliputi upaya peningkatan efisiensi birokrasi, kemudahan berusaha, peningkatan kepastian hukum hingga peningkatan kualitas regulasi.

Kemudian juga terkait hal-hal lainnya yang diidentifikasi sebagai hambatan-hambatan struktural yang selama ini menjadi salah satu faktor utama biaya ekonomi tinggi. Serta berimplikasi pada rendahnya daya saing satu ekonomi dalam perdagangan dan investasi.

Pemerintah Indonesia dikatakannya berkomitmen mendukung empat pilar Reformasi Struktural lima tahun ke depan (2021-2025) yaitu pertama menciptakan lingkungan pasar ekonomi yang terbuka, transparan dan kompetitif.

Kedua, mendorong percepatan pemulihan bisnis dan ketahanan dari adanya tekanan atau shock di masa depan. Ketiga, memastikan kesetaraan kesempatan yang inklusif, keberlangsungan pertumbuhan dan kemakmuran yang lebih baik diantara masyarakat.

Keempat adalah pemanfaatan inovasi, teknologi baru, dan pengembangan skill atau kemampuan sumber daya manusia untuk mendorong produktivitas dan digitalisasi.

"Pertumbuhan berkelanjutan merupakan kunci dalam pemulihan ekonomi pascapandemi COVID-19 dan pertumbuhan inklusif berkelanjutan dapat dicapai melalui program-program green economy,” tuturnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

Airlangga Buka Suara soal Pengunduran Diri Perry Warjiyo, Minta Publik Percaya pada Institusi BI

Menko Airlangga Hartarto menanggapi pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI. Ia menegaskan Bank Indonesia tetap menjalankan tugas menjaga stabilitas moneter.

img_title
VoxPop.co.id
28 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut