Layanan Digital Makin Populer, Perbankan Atur Strategi

Ilustrasi transaksi lewat layanan digital.
Sumber :
  • marketwatch.com

VoxPop – Layanan digital perbankan kini makin diminati oleh masyarakat Indonesia. Tren baru tersebut juga didorong oleh Pandemi COVID-19 yang membuat adanya kenormalan baru dalam kehidupan sehari, termasuk dalam kegiatan ekonomi.

img_title Transformasi Digital Perkuat Layanan, bank bjb Raih Lima Titanium Awards pada PRIMA Awards 2026

Tren makin populernya layanan digital perbangkan terlihat dari meningkatnya transaksi nasabah PT Bank Tabungan Negara Tbk saat ini. Layanan e-Channelnya naik 96 persen selama pandemi melanda.

Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo dalam webinar bertajuk 'Bank Digital: Solusi Kemudahan Bertransaksi di Tengah Pandemi' mengungkapkan, peningkatan transaksi digital tersebut meroket pada 2020 lalu.

img_title Baru Keluar Bank Bawa Rp30 Juta, Nasabah di Bekasi Langsung Dibacok Perampok

Di mana total transaksi financial (e-channel dan teller) mencapai sebesar 200.885.753 transaksi dan total transaksi e-channel-nya sendiri sebesar 192.183.992 transaksi.

"Dari transaksi tersebut, dapat dilihat bahwa ada pergeseran yang cukup signifikan bahwa transaksi yang dilakukan di kantor bank makin sedikit, yaitu kurang lebih hanya 4 persen, artinya sekitar hampir 96 persen sudah dilakukan secara elektronik. Ini merupakan perubahan yang patut mendapat solusi bagaimana BTN dapat beradaptasi,” ujar Haru dikutip dari keterangannya, Jumat, 2 Juli 2021.

img_title Purbaya Tambah Penempatan Dana SAL Rp 40 Triliun di Himbara, Senin Depan Ditambah Rp 30 Triliun

Menurut Haru, kenaikan jumlah transaksi melalui e-channel ini membuktikan layanan mobile banking, internet banking dan Cash Management System (CMS) sangat memudahkan nasabah dalam bertransaksi. Untuk itu, perseroan akan terus berupaya semakin memperkuat layanan digital banking di tengah pandemi COVID-19.

“BTN menghadirkan solusi dan kemudahan bagi nasabah untuk bertransaksi sebagai bentuk adaptasi di masa pandemi COVID-19 yang mengharuskan adanya pembatasan-pembatasan aktivitas dan interaksi fisik masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dengan adanya pembatasan di masa pandemi ini, pihaknya juga melakukan open banking. Artinya, nasabah tidak perlu datang ke bank mereka sudah bisa melakukan transaksi di mana saja.

Haru mengatakan, perbankan digital telah lama dianggap sebagai masa depan. Sehingga diperlukan strategi untuk mampu bersaing dengan banyak pendatang di pasar perbankan yang berorientasi kepada pelanggan.

“Dalam setiap inisiatif digitalisasi diharapkan bank dapat merespons perkembangan layanan digital dengan tetap mengindahkan aspek reliability, availability dan serviceability,’ tuturnya.

Haru memaparkan, ada enam fokus dan strategi yang dilakukan oleh BTN untuk memperkuat layanan digitalnya. Antara lain, akuisisi pengguna layanan digital BTN, baik nasabah baru dan nasabah existing serta meningkatkan transaksi dengan meningkatkan aktivitas pemasaran produk digital banking.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut