Digitalisasi Layanan Mudahkan Tabungan Haji Muda di BSI

Logo Bank Syariah Indonesia (BSI)
Sumber :
  • Istimewa

VoxPop – Di tengah Pandemi COVID-19, dorongan masyarakat usia muda Indonesia atau yang berusia di bawah 30 tahun untuk menabung keperluan haji ternyata masih cukup kuat. Angkanya pun terus naik. 

img_title Dorong Ekosistem Digitalisasi Pengadaan, ICEF-IPFE 2026 Pertemukan Pelaku Usaha dengan 15 Ribu Buyer Pemerintah

Kondisi ini seringkali dianggap karena panjangnya jangka waktu antrean haji. Selain itu, kemudahan layanan tabungan haji juga terus tercipta karena perkembangan teknologi digital di perbankan syariah.

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mencatat, pada 2019 terjadi peningkatan hingga 43 persen untuk tabungan haji usia muda, meskipun akibat pandemi COVID-19 rata-rata tabungan haji turun pada 2020.

img_title BTN Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemprov Dorong Malut Jadi Lokomotif Ekonomi Nasional

BPKH juga menyatakan komitmennya untuk mendorong pendaftaran haji pada usia muda. Salah satunya dengan segera meluncurkan platform pendaftaran haji secara digital pada tahun ini. 

Platform tersebut akan menyediakan layanan pembukaan tabungan haji beserta dengan fasilitas penyetoran dana awal Rp25 juta di Bank Syariah Indonesia hanya dengan melalui ponsel.

img_title Komisi VIII DPR Usul Kementerian Haji Bentuk Badan Layanan Umum untuk Kelola Asrama Haji

"Karena sekarang jamaah haji risiko tinggi yang usianya sudah tua semakin banyak, kami harap yang muda bisa menyegerakan,” kata Anggota BPKH, Iskandar Zulkarnain, dikutip dari keterangan tertulisnya, Rabu, 7 Juli 2021.

Dorongan untuk haji pada usia muda ini dirasakan salah satunya oleh Arfah (26 tahun). Dia menceritakan kisahnya untuk menabung dan daftar haji pada usia muda saat ditemui VoxPop di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta.

Kala itu, Arfah, yang tidak ingin disebutkan nama aslinya, tengah menantikan proses pembuatan surat validasi nomor porsi haji di Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bendungan Hilir, Jakarta, beberapa hari lalu.

"Antreannya saya saja kalau tidak salah 25 tahun. Orang tua saya malah udah daftar tapi baru bisa berangkat nanti pas usianya 60an tahun. Berarti dengan umur saya 26 tahun baru bisa haji reguler 51 tahun kan, makanya pingin dari sekarang aja daftarnya," ungkap dia. 

Dia menyatakan ingin fokus memanfaatkan dana tabungannya untuk mendaftar haji secepatnya, syukur-syukur bisa mendaftar haji khusus melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) kedepannya.

"Pinginnya sih bisa daftar ONH (Ongkos Naik Haji) Plus nantinya, biar bisa lebih cepat dan usia juga masih terbilang muda pas haji. Biar ibadah di sananya lebih lincah dan bugar, jadi bisa membawa bekal hasil ibadah lebih banyak dan lebih lama di tanah suci ke Tanah Air," ujar dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut