Menko Airlangga Ungkap Peran ISPO Dorong Industri Sawit Berkelanjutan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto.
Sumber :

VoxPop – Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong semua pihak memandang dan mempresepsikan sawit Indonesia berdasarkan bukti ilmiah atau scientific evidence. Hal tersebut guna menangkal maraknya kampanye negatif yang menghantam pasar salah satu komoditas andalan Indonesia tersebut.

img_title Airlangga Usulkan Sawit Bebas Tarif 10 Persen AS, Sejumlah Komoditas Ekspor RI Masih Menunggu Keputusan USTR

Hal itu disampaikan Airlangga saat menjadi keynote speaker dalam Webinar Peran dan Strategi Komunitas Sawit dalam Mendukung Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional, hari ini. 

Menurut Airlangga, salah satu usaha agar pasar minyak sawit Indonesia bisa lebih luas di dunia adalah, dengan Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia atau Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

img_title DPR Dorong UU Khusus Kelapa Sawit Masuk Prolegnas 2026, Singgung Malaysia Sudah Lebih Dulu Punya Aturan

"ISPO juga menegaskan komitmen Indonesia dalam penurunan deforestasi dan emisi gas rumah kaca dari sektor kelapa sawit," ungkap Airlangga, dikutip dari keterangannya, Rabu, 18 Agustus 2021.

Airlangga yang juga Ketua Komite Pengarah, Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit (BPDPKS) menjelaskan, Pemerintah juga mendorong pengembangan  biodiesel (B30) sebagai salah satu alternatif BBM untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar berbasis fosil.

img_title Airlangga: Program B50 Bisa Hemat Devisa Rp177 Triliun, Indonesia Tak Lagi Impor Solar

Baca juga: Resmi! Ricky Harun Jadi Komisaris Independen Anak Usaha BUMN

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah dalam mengurangi emisi karbon dan mengimplementasikan pembangunan berkelanjutan rendah karbon. Program ini berkontribusi  dalam upaya penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) untuk sekitar 23,3 juta ton karbon dioksida (CO2) pada 2020. 

Selain itu lanjut Airlangga, Indonesia memiliki luas perkebunan kelapa sawit 16,38 juta hektare yang dapat menyerap sekitar 2,2 miliar ton CO2 dari udara setiap tahun. Program B30 tersebut, juga merupakan komitmen Pemerintah untuk menjaga stabilisasi harga Crude Palm Oil (CPO).

Seperti diketahui, minyak sawit juga berperan guna mencapai sejumlah target SDGs. Seperti, sebagai sumber energi bersih dan terbarukan yang mendukung ketahanan energi nasional, penyediaan bahan makanan, penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, serta pengurangan ketimpangan sosial dan ekonomi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

Airlangga Buka Suara soal Pengunduran Diri Perry Warjiyo, Minta Publik Percaya pada Institusi BI

Menko Airlangga Hartarto menanggapi pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI. Ia menegaskan Bank Indonesia tetap menjalankan tugas menjaga stabilitas moneter.

img_title
VoxPop.co.id
28 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut