Aroma Jengkol dan Pete RI Semerbak di Asia, Eropa hingga Timur Tengah

Jengkol produksi petani Sumbar.
Sumber :
  • istimewa.

VoxPop – Komoditas petai dan jengkol Indonesia ternyata banyak penggemarnya di luar negeri. Mulai dari penduduk negara-negara di kawasan Asia, Eropa hingga Timur Tengah banyak yang mengimpornya dari berbagai pelosok nusantara

img_title Ekspor Juni 2026 Capai US$25,46 Miliar, BPS Ungkap Komoditas Pendorongnya

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), Kamis, 2 September 2021, kedua komoditas ini masuk ke dalam kode HS 07089000. Yakni sayuran polong-polongan lainnya, dikupas atau tidak serta segar alias didinginkan.

BPS mencatat, sepanjang tahun ini saja, komoditas tersebut telah diekspor seberat 522.875 ton hingga Juni 2021. Sementara itu, dari sisi nilai ekspornya sendiri tercatat mencapai US$755.658.

img_title Gelombang Migran Ilegal Serbu Ceuta, Menlu Jerman Desak Komisi Eropa Lindungi Perbatasan

Bila dirincikan, Indonesia mengekspor jengkol dan petai ke China pada Maret 2021 melalui pelabuhan udara Soekarno-Hatta. Pada bulan itu, total ekspornya senilai US$1.117 dengan berat 324 kg.

Selanjutnya, Indonesia mengekspor ke Hong Kong senilai US$8.593 pada Januari 2021 dengan berat 8.435 kg melalui pelabuhan udara Juanda. Februari US$8.037 dengan berat 7.880 kg.

img_title Bentrokan Imigran di Ceuta, Presiden Komisi Eropa: Perangi Migrasi Ilegal, Memerlukan Solidaritas

Ekspor ke negara tersebut pun berlanjut pada Maret 2021 dengan nilai US$7.564 dan berat 7.611 kg, April 2021 senilai US$10.039 dengan berat 10.040 kg dan Mei US$5.998 dengan berat 5.759 kg.

Baca juga: RI-AS Sepakat Hentikan Bertahap Pakai Pembangit Listrik Energi Fosil

Sementara itu, ekspor Indonesia ke Hong Kong melalui pelabuhan udara Juanda, Surabaya pada Juni 2021 tercatat seberat 7.163 kg dengan total nilai ekspornya mencapai US$7.209.

Ekspor komoditas tersebut juga Indonesia lakukan melalui Soekarno-Hatta pada Februari 2021 senilai US$75 dengan berat 75 kg, Mei US$194,8 berat 200 kg dan Juni US$210 seberat 210 kg.

Kemudian, dari Tanjung Priok yang merupakan pelabuhan laut juga dilakukan oleh para eksportir jengkol dan petai Indonesia senilai US$178 dengan beratnya mencapai 36 kg.

Selanjutnya Ekspor dilakukan ke Jepang melalui pelabuhan udara Padang atau Tabing pada Mei 2021. Senilai US$290 dengan berat 200 kg dan Juni 2021 senilai US$352,35 berat 243 kg.

Selain itu, juga dilakukan melalui Soekarno-Hatta pada Februari 2021 US$741,6 berat 206 kg, Maret US$1.543 atau Rp552 kg dan pada April 2021 US$1.857,10 berat 567 kg.

Adapun ke Malaysia, dilakukan di Belawan, degan total nilai dari Januari-Juni 2021 US$140.993 dengan berat 17.507 kg. Kemudian melalui Dumia US$15.203 dengan berat 143.749.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut