Punya Peran Besar Dongkrak Bisnis UMKM, Perempuan Harus Tahu Ini
- Pixabay
VoxPop – Digitalisasi menjadi salah satu kunci untuk bisa membangkitkan kembali Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Indonesia. Sebab, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat untuk menekan laju penularan juga membatasi ruang usaha konvensional.
Karena itu, keterampilan digital menjadi kian penting untuk menyiasati kondisi Pandemi COVID-19 dan menopang keberlanjutan usaha pelaku UMKM. Pemulihan UMKM pun dinilai menjadi kunci bagi pemulihan ekonomi nasional.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, terdapat lebih dari 37 juta UMKM yang dimiliki atau dikelola perempuan. Jumlah itu merepresentasikan 60 persen dari semua UMKM di Indonesia.
Karena itu, PT HM Sampoerna Tbk melalui program Sampoerna untuk Indonesia, menggagas program Semangat dan Aksi Perempuan Andalan (SAPA) untuk Indonesia. Program itu menggandeng Sirclo dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI).
Kepala Urusan Eksternal PT HM Sampoerna Tbk Ishak Danuningrat mengungkapkan, SAPA Untuk Indonesia menghadirkan kelas pelatihan untuk memfasilitasi dan memberikan pembekalan bagi pelaku UMKM agar bisa lebih melek digital. Kegiatan pelatihan ini digelar secara virtual pada 20, 24, dan 28 September 2021.
Selain itu, rangkaian kegiatan ini akan dimeriahkan juga oleh kompetisi digital. Untuk memacu para pelaku UMKM untuk berkreasi dalam menggunakan platform digital untuk memasarkan produk.
“Pengembangan UMKM merupakan salah satu fokus dari program Sampoerna untuk Indonesia. Harapan kami, SAPA dapat menjadi platform untuk memberikan UMKM keterampilan praktis agar mereka bisa tetap produktif dan memiliki daya saing di tengah pukulan Pandemi COVID-19,” kata Ishak dikutip dari keterangan resminya, Rabu, 29 September 2021.
Pada sesi pelatihan pertama, Business Operation Manager Sirclo Trias Puspita Hayati menyampaikan potensi e-Commerce di Indonesia. Menurutnya, bahwa dukungan infrastruktur untuk bidang informasi teknologi di Tanah Air terus meningkat.
Hal ini didukung dengan pengeluaran pemerintah di bidang informasi, komunikasi dan teknologi yang mencapai US$1 miliar 2020.
Dengan infrastruktur semacam itu, diprediksi pada tahun 2025 tingkat adopsi smartphone di Indonesia akan mencapai 90 persen, yang juga akan berdampak positif pada tingkat penetrasi internet.
“Ini potensi pasar yang luar biasa bagi pemilik bisnis. Bayangkan saja jumlah penduduk Indonesia mencapai 250 juta dan 77 persen mengakses internet melalui handphone,” kata Trias.
