Laba Bersih BTN Tumbuh 35,3% hingga Kuartal III-2021, Ini Pendorongnya
- Tangkapan layar Zoom.
Haru menuturkan, pada kuartal ketiga tahun ini, perseroan berhasil meningkatkan komposisi dana murah atau Current Account and Savings Account/CASA. Dari total DPK yang mengalami kenaikan 6,56 persen yoy menjadi Rp291,26 triliun per September 2021.
Dengan komposisi dana murah mengalami peningkatan menjadi 41,53 persen dari 36,96 persen di periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun giro dan tabungan mengalami pertumbuhan sebesar masing-masing 16,81 persen dan 24,55 persen yoy.
“Komposisi CASA yang meningkat tersebut membuat perseroan berhasil menekan turun cost of fund sebesar 170 bps secara tahunan dari 4.98 persen menjadi 3.28 persen di September 2021,” katanya.
Sedangkan, kenaikan kredit dan DPK yang cukup signifikan tersebut juga ikut mendongkrak aset BTN sebesar 3,10 persen. Menjadi Rp368,05 triliun per 30 September 2021.
“Dari dana PEN yang ditempatkan Pemerintah sebesar Rp35 triliun, BTN sudah menyalurkan dalam bentuk kredit termasuk KPR Subsidi, KPR Non-Subsidi, kredit ke UMKM, kredit konstruksi, kredit BUMN, dan kredit lainnya senilai total Rp93,44 triliun,” paparnya.
Haru menjelaskan, kinerja positif BTN saat ini juga menandakan keberhasilan transformasi yang dilakukan manajemen seperti sentralisasi proses kredit dan digitalisasi. Transformasi tersebut, menjadi mesin yang cukup kuat untuk memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi sehingga mendorong pertumbuhan bisnis BTN.
“Kami optimistis mampu berperan aktif dalam mendukung program Pembangunan Satu Juta Rumah serta memenuhi tugas utama menyediakan hunian terutama bagi MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) dan milenial,” jelas Haru.
