Rupiah Menguat Jelang Akhir Pekan, Investor Soroti Ini

Karyawati menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Reno Esnir

VoxPop – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada pembukaan perdagangan akhir pekan ini, Jumat, 5 November 2021. Rupiah bergerak di kisaran bawah Rp14.360 per dolar AS pada pagi ini.

img_title Airlangga Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2-5,4 Persen di Kuartal II 2026, Bantah Ada Perlambatan

Di pasar spot, pada pukul 09.00 WIB, rupiah telah ditransaksikan di level Rp14.358 per dolar AS. Menguat 0,05 persen dari penutupan perdagangan hari sebelumnya di level Rp14.366.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia terakhir berada di level Rp14.327 per dolar AS, melemah dari nilai tengah hari sebelumnya di level Rp14.301 per dolar AS.

img_title Rupiah Balik Melemah ke Rp 18.013 usai Rilis soal Ekspansi PMI Manufaktur dan Deflasi Juli 2026

Di tengah pengumuman kinerja ekonomi Indonesia yang bakal diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) pagi ini, rupiah diperkirakan malah akan mengalami tekanan, termasuk dipicu faktor eksternal.

"Nilai tukar rupiah masih berpeluang tertekan hari ini. Kebijakan tapering masih menjadi pertimbangan pasar," kata Analis Pasar Uang Ariston Tjendra hari ini.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 18.008, Pasar Cermati Indikator Ekonomi dari Inflasi hingga Neraca Dagang

Dari faktor eksternal, Ariston menjelaskan, selain menyoroti kebijakan tapering bank sentral AS. Data rilis ketenagakerjaan AS yang bakal dipublikasikan malam ini juga menjadi sorotan pelaku pasar keuangan.

Rabu lalu, dia mengatakan, data tenaga kerja AS versi swasta menunjuKkan angka yang bagus melebihi ekspektasi. Jadi data malam ini juga mungkin bagus sehingga Dolar AS berpeluang menguat lagi.

Baca juga: COP26, Sri Mulyani Blak-blakan Sebut Negara Maju Gagal Tepati Janji

"Data tenaga kerja AS bulan Oktober versi pemerintah yang akan dirilis malam ini. Data ini menjadi bahan pertimbangan Bank Sentral AS untuk menaikkan suku bunga acuannya bila data semakin membaik," ucapnya.

Sementara itu, terkait data Produk Domestik Bruto (PDB) dalam negeri, Ariston mengatakan, akan sangat tergantung dari besaran pertumbuhan ekonomi yang akan diumumkan oleh BPS nanti.

Uang kertas rupiah dan dolar AS.

Photo :
  • VoxPop/M Ali Wafa

"Kalau PDB melebihi prediksi mungkin belum berpengaruh hari ini. Tapi kalau buruk mungkin semakin mendorong pelemahan," tuturnya.

Ekspektasi pelaku pasar keuangan di Indonesia dikatakannya mematok pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada dikisaran 3,76 persen secara tahunan pada kuartal III 2021 ini.

Ilustrasi uang rupiah

Rupiah Menguat ke Rp 17.960 usai Rilis Defisit Neraca Perdagangan US$450 Juta di Juni 2026

Hingga pukul 09.09 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.960 per dolar AS. Posisi itu menguat 67 poin atau 0,37 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 18.027 per dolar AS

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut