Gubernur Sumut Tepis Isu Aset Bandara Kualanamu Dijual ke India

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi dan Direktur PT Angkasa Pura Aviasi, Haris saat memberikan keterangan pers.
Sumber :
  • Ist

VoxPop – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi memanggil Direktur Utama PT Angkasa Pura Aviasi, Haris. Hal ini untuk menepis tudingan penjualan aset Bandara Kualanamu Internasional Airport di Kabupaten Deli Serdang kepada GMR Airport Consortium, perusahaan asal India.

img_title Wujudkan Kehadiran Nyata Pemerintah untuk Percepat Pembangunan, Bobby Nasution Jadi Gubernur Pertama Berkantor di Nias

Pertemuan berlangsung yang dihadiri Direktur PT Angkasa Pura Aviasi (APA), Haris di Kantor Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut, di Jalan Sakti Lubis, Kota Medan, Minggu 28 November 2021. Di hadapan para jurnalis, Edy meminta penjelasan dari Haris.

"Saya minta semua dengarkan omongan beliau (Haris). Ramai katanya (Bandara) Kualanamu dijual sama India. Saya pun tak tau. Jadi langsung saja ke sumber yang utama," ucap Edy membuka sesi jumpa pers tersebut.

img_title Bobby Nasution Apresiasi Dukungan Komisi VII DPR RI, PRSU Masuk Kalender Event Nasional

Direktur PT Angkasa Pura Aviasi, Haris menjelaskan bahwa tidak ada penjualan aset Bandara Kualanamu kepada pihak asing. Melainkan kerja sama atau mitra strategis pengembangan dan operasi bandara tersebut bersama GMR Airport Consortium.

Dengan kerja sama ini, Haris mengatakan ada tujuan dan harapan yang akan dibangun. Yang mana, akan menjadi Bandara Kualanamu menjadi HUB Internasional di Asia Tenggara ini.

img_title Pemprov Sumut Undi 936 Hadiah Gebyar Pajak Triwulan I 2026, Apresiasi Masyarakat Taat Pajak

"Makanya kita membutuhkan kerja sama dengan GMR Airport yang nanti bisa membawa traffic ke Bandara Kualanamu khususnya penerbangan internasional,” ucap Haris.

Kemitraan strategis AP II dan GMR Airports Consortium untuk pengembangan Bandara Kualanamu.

Photo :
  • ANTARA/HO-PT Angkasa Pura Aviasi

Dalam mitra strategis ini, Haris menyebutkan bahwa GMR akan masuk ke dalam kepemilikan saham PT Angkasa Pura Aviasi dengan kepemilikan saham 49 persen. 

“Jadi, bukan Bandara Kualanamu, Bandara Kualanamu merupakan aset PT Angkasa Pura II," tutur Haris.

Haris menejelaskan dalam hal ini, PT Angkasa Pura tidak pernah melepas atau menjual aset Bandara Kualanamu. Karena, aset tersebut milik negara dan harus dijaga.

"Jadi bukan PT Angkasa Pura II-nya melepas saham. Tapi anak PT Angkasa Pura II-nya (PT Angkasa Pura Aviasi),” sebut Haris.

Kemudian, Haris menegaskan tidak ada peralihan aset Bandara Kualanamu kepada GMR. Namun, dikelola bersama-sama untuk ke depannya dengan alasan demi kemajuan lebih baik lagi.

"Saya bisa tegaskan dan jaminan bahwa tidak ada aset yang berpindah semua masih aset Milik PT AP II,” kata Haris.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut