Gubernur Sumut Tepis Isu Aset Bandara Kualanamu Dijual ke India
- Ist
Kemudian, PT AP II masih memperoleh pendapatan dari dividen. Haris mengungkapkan, inilah yang menjadi tujuan utama pihaknya karena sekarang kalau dilihat total dari bandara di Indonesia, marketnya masih kepada domestik.
Haris kembali menambahkan bahwa kemitraan strategis pengelolaan Bandara Kualanamu lebih kepada ke kemitraan strategis yakni kerja sama, bukan penjualan aset.
“Jadi sekarang bagaimana itu mentransfer Bandara Internasional dan domestiknya. Kami harap bapak-bapak semua untuk bisa meluruskan pemberitaan di media, bahwa tidak ada penjualan aset,” jelas Haris.
Usai mendengarkan penjelasan tersebut, Edy menyebut, meminta jangan lagi dikembang-kembangkan isu tersebut sehingga rakyat hilang kepercayaan dengan pemimpinnya.
Mantan Ketua Umum PSSI itu, kembali berharap jangan ada lagi ribut-ribut mengenai isu Bandara Kualanamu dijual. Edy pun sempat menyebut istilah ulok. Ulok dalam makna bahasa di Medan, dapat diartikan sebagai membesar-besarkan cerita dan cenderung bohong.
“Di counter itu isu, tangkis. Kita kan terlalu pandai ulok. Dia lupa kalau kita raja ulok,” ucap mantan Pangdam I Bukit Barisan itu.
