Gubernur Bobby Nasution Ungkap Ada 5 OPD di Sumut Diperiksa soal Dugaan Korupsi

Gubernur Sumut Bobby Nasution saat hadiri acara pencegahan di KPK pada Senin 28 April 2025
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Zendy Pradana

Jakarta, VoxPop – Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Bobby Nasution mengungkapkan bahwa ada lima organisasi perangkat daerah (OPD) di Sumut yang saat ini diperiksa terkait dugaan korupsi. Hal itu disampaikan saat berdialog dalam kegiatan Rakor Pemberantasan Korupsi pada Senin, 28 April 2025.

img_title KPK Ungkap Alasan Ajukan Banding Vonis Dua Tahun Penjara Gubenur Riau Abdul Wahid

Menurutnya, upaya pemberantasan korupsi bisa dilakukan tidak hanya bergantung pada integritas kepala daerah, tetapi juga harus diperkuat dengan pembenahan sistem politik dan tata kelola pemerintahan di daerah.

"Saya hampir dua bulan menjadi Gubernur. Saat ini, ada lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kami yang sedang diperiksa. Sehingga, integritas dan moralitas sangat penting, bukan hanya untuk kepala daerah, tetapi juga untuk seluruh jajaran di bawahnya,” ujar Bobby Nasution kepada wartawan, dikutip Selasa, 29 April 2025.

img_title SETARA Institute Dorong Penanganan Kasus Eks Jampidsus Diambil Alih KPK, Ini Alasannya

Bobby juga memberikan apresiasi dengan adanya kegiatan berdialog di KPK. Sebab, ruang dialog di KPK menjadi momentum penting bagi kepala daerah untuk menyampaikan pandangan dan tantangan nyata dalam upaya pemberantasan korupsi. 

"Kami mengucapkan terima kasih kepada KPK yang hari ini tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga membuka ruang diskusi. Ini penting, agar kami bisa menyampaikan pandangan langsung tentang persoalan korupsi di daerah masing-masing," kata Bobby.

img_title KPK Sita Toyota Hiace dari Bupati Pemalang, Ada Koper Berisi Rp451 Juta di Dalamnya

Menantu Presiden Jokowi itu meminta kepada KPK untuk memperkuat kehadirannya di setiap daerah. Kehadirannya tidak hanya dalam konteks pencegahan, tetapi juga sebagai penengah dalam membangun kolaborasi yang sehat antara eksekutif dan legislatif di daerah. 

“Kami harus memastikan bahwa sistem yang ada tidak rusak dari awal, karena jika kita masuk ke dalam sistem yang sudah rusak, kita harus memilih: apakah kita ingin ikut rusak atau tetap menjaga diri kita tetap bersih. Oleh karena itu, kami sangat berharap peran KPK di daerah bisa lebih kuat dan lebih sering. KPK harus menjadi tempat pengaduan bagi kami, agar sistem ini bisa diperbaiki dengan lebih baik,” kata Bobby.

Sementara itu, Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah I KPK, Agung Yudha Wibowo menyampaikan adanya potensi-potensi rawan terjadi korupsi dalam tata kelola pemerintah daerah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut