Ada Perusahaan India Ikut Kelola Bandara Kualanamu, KPPU Ingatkan Ini

Kepala KPPU Kanwil I, Ridho Pamungkas.
Sumber :
  • Putra Nasution/VoxPop.

Dengan kerja sama ini, Haris mengatakan ada tujuan dan harapan yang akan dibangun. Yang mana, akan menjadi Bandara Kualanamu menjadi HUB Internasional di Asia Tenggara ini.

img_title Terowongan Buat Proyek PLTA di India Meledak, 25 Pekerja Tewas

"Makanya kita membutuhkan kerja sama dengan GMR Airport yang nanti bisa membawa traffic ke Bandara Kualanamu khususnya penerbangan internasional,” ucap Haris.

Dalam mitra strategis ini, Haris menyebutkan bahwa GMR akan masuk ke dalam kepemilikan saham PT Angkasa Pura Aviasi dengan kepemilikan saham 49 persen. 

img_title Membongkar Tren Dunia Kerja 2026–2030, Profesi Lama Berubah dan Karier Baru Bermunculan

“Jadi, bukan Bandara Kualanamu, Bandara Kualanamu merupakan aset PT Angkasa Pura II," tutur Haris.

Haris menjelaskan, dalam hal ini PT Angkasa Pura tidak pernah melepas atau menjual aset Bandara Kualanamu. Karena, aset tersebut miliki negara dan harus dijaga.

img_title Membongkar Inovasi AI yang Jarang Dibahas, Tetapi Bisa Mengubah Cara Perusahaan Memanfaatkan Kecerdasan Buatan

"Jadi bukan PT Angkasa Pura II-nya melepas saham. Tapi anak PT Angkasa Pura II-nya (PT Angkasa Pura Aviasi),” sebut Haris.

Kemudian, Haris menegaskan tidak ada peralihan aset Bandara Kualanamu kepada GMR. Namun, dikelola bersama-sama untuk ke depannya dengan alasan demi kemajuan lebih baik lagi.

"Saya bisa tegaskan dan jaminan bahwa tidak ada aset yang berpindah semua masih aset milik PT AP II,” kata Haris.

Kemudian, PT AP II masih memperoleh pendapatan dari dividen. Haris mengungkapkan Inilah menjadi tujuan utama pihaknya karena sekarang kalau dilihat total dari bandara di Indonesia, market-nya masih kepada domestik.

“Jadi sekarang bagaimana itu men-transfer Bandara Internasional dan domestiknya. Kami harap bapak-bapak semua untuk bisa meluruskan pemberitaan di media, bahwa tidak ada penjualan aset,” jelas Haris.

CEO Meta Platform, Mark Zuckerberg

India Beri Waktu 3 Hari Mark Zuckerberg Minta Maaf

India memberi waktu 3 hari kepada CEO Meta, Mark Zuckerberg untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung atas pemblokiran sementara unggahan PM Narendra Modi di FB

img_title
VoxPop.co.id
6 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut