BI dan BIS Gelar Kompetisi soal Mata Uang Digital Bank Sentral

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.
Sumber :
  • VoxPop/Anisa Aulia

VoxPop – Bank Indonesia (BI) dan Bank for International Settlements (BIS) Innovation Hub resmi meluncurkan G20 Techsprint Initiative 2022. Itu merupakan ajang kompetisi internasional untuk menggali inovasi berbasis teknologi yang berkesinambungan dalam memberikan solusi dari implementasi Mata Uang Digital Bank Sentral atau Central Bank Digital Currencies (CBDC).

img_title Dampak Positif BI Rate Naik, Destry: Modal Asing US$9 Miliar Masuk RI di Kuartal II-2026

BI dan BIS membuka kompetisi ini untuk peserta di seluruh dunia, dengan tema kompetisi CBDC. Kompetisi itu dilaksanakan sebagai bagian dari side event Indonesia sebagai pemegang Presidensi G20 2022.

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, Mata Uang Digital Bank Sentral atau CDBC  dapat dicapai dengan melalui pengakuan akan pentingnya pemahaman mengenai teknologi dan kolaborasi inklusif di antara negara-negara maju dan berkembang. Yang di mana hal itu sesuai dengan tujuan G20 Indonesia.

img_title Namanya Kerap Masuk ke Bursa Calon Gubernur BI, Purbaya Ngaku Sudah Bersyukur Jadi Menkeu

“Dari G20 TechSprint 2022, kami bermaksud mendorong dan mengajak komunitas tingkat internasional untuk menyampaikan solusi yang paling praktis dalam merancang dan mengimplementasikan CBDC,” ujar Perry dalam telekonferensi, Senin 25 April 2022.

Gedung Bank Indonesia.

Photo :
  • VoxPop/Andry Daud
img_title BI Disebut Tak Fokus Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Destry: Salah itu, Kami Tetap Konsen

Melalui kompetisi ini diharapkan dapat mengembangkan solusi baru dalam mengedarkan CBDC dan menggunakannya untuk keperluan keuangan inklusif. Selain itu juga diharapkan dapat melanjutkan keberhasilan inisiatif dalam pengaturan dan pengawasan kepatuhan serta solusi pembiayaan hijau pada tahun sebelumnya.

Ada tiga pokok tantangan dalam setiap kategori kompetisi. Pertama, membangun sarana yang efektif dan kuat dalam menerbitkan, mendistribusikan, dan mentransfer CBDC.

“Terdapat kebutuhan untuk mengoptimalkan berbagai proses. Kemampuan baru, seperti programabilitas uang, turut mendukung tersedianya layanan inovatif kepada pengguna,” jelasnya.

Kemudian kedua, mendukung inklusi keuangan di mana CBDC juga menawarkan kesempatan untuk memperdalam inklusi keuangan. Serta untuk mengatasi hambatan yang dihadapi oleh masyarakat yang belum memiliki rekening bank dan tidak terjangkau oleh bank.

Ketiga, meningkatkan interoperabilitas dengan CBDC dapat membantu meningkatkan dan mengaktifkan koneksi serta keterkaitan dalam sistem pembayaran, meningkatkan konektivitas dan interoperabilitas.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Singgung Masalah Pengawasan, Begini Respons Purbaya soal Isu BI Bakal Masuk Kabinet

Purbaya merespons kabar yang marak di media sosial, perihal Bank Indonesia (BI) yang disebut-sebut akan berada di bawah kementerian dan masuk jadi bagian dari kabinet.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut