Usai Renovasi, Jokowi Resmikan Wajah Baru Bandara Halim Perdanakusuma

Presiden Jokowi meresmikan revitalisasi fasilitas Bandara Halim Perdanakusuma.
Sumber :
  • ANTARA/Desca Lidya Natalia

VoxPop – Bandara Halim Perdanakusuma atau fasilitas pangkalan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara yang berada di Jakarta Timur selesai di revitalisasi. Presiden Joko Widodo atau Jokowi kemudian meresmikan wajar baru bandara tersebut tepat di HUT TNI ke-77.

img_title Cegah Kasus Kopilot Selundupkan Ekstasi Terulang, Malaysia Tugaskan Polisi di Bandara

"Terima kasih semuanya, terima kasih," kata Presiden Jokowi seusai menandatangani prasasti peresmian di depan Terminal Naratetama (VVIP) Lanud Halim Perdanakusuma, dikutip Antara, Rabu 5 Oktober 2022.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini 5 Oktober 2022: Global Amblas, Antam Berkilau

img_title Roy Suryo Janji Tak Ambil Uang Ganti Rugi Rp206 Juta Jika Menang Praperadilan, Disumbangkan ke Panti Asuhan

Presiden meresmikan fasilitas tersebut didampingi Menteri Kabinet Indonesia Maju seperti Menkopolhukam Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, serta Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Setelah menandatangani prasasti, Presiden Jokowi langsung berangkat menuju Kabupaten Malang, Jawa Timur dengan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.

img_title Gelar Adat Jokowi Terus Bertambah, Ahmad Ali: Rakyat Mengingat Hasil Kerja

Budi Karya mengatakan bahwa Lanud dan Bandara Halim Perdanakusuma termasuk objek vital namun sebelumnya kurang terawat dengan baik.

"Dari pemetaan kami, setidaknya ada tiga hal pokok yang terjadi di sini. Pertama runway (landas pacu) fragile (rentan) sekali karena mudah terkelupas karena umur, kedua ternyata tata air dari bandara ini tidak baik," kata Budi Karya.

Revitalisasi Bandara Halim Perdanakusuma.

Photo :
  • Dokumentasi Kemenhub.

Masalah ketiga adalah ruang tunggu untuk presiden, wakil presiden maupun tamu negara yang kurang layak.

"Tempat di mana presiden dan VVIP yang mestinya premium, kurang dapat bisa merepresentasikan Indonesia sebagai yang besar, karenanya Presiden memerintahkan saya , pada saat itu bulan Desember, enam bulan harus selesai sehingga kita mesti desain, cari operator, dan lainnya dengan diberi alokasi Rp 600 miliar," ungkap Budi Karya.

Revitalisasi landas pacu dan pekerjaan tata air dapat diselesaikan dalam waktu 4 bulan.

"Hal yang tidak mudah tapi bisa kita lakukan sehingga semua tata air yang di sini dikoordinasikan dengan baik, bahkan kita membuat 'catchment area' yang bisa menahan jika ada air dari luar. Ini penting karena bandara ini tidak boleh tergenang, bahkan setengah jam pun karena (faktor) keselamatan, daya tahan landasan sangat rentan," tambah Budi Karya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut