Bos BI Beberkan Alasan Dikeluarkannya Mata Uang Rupiah Digital 

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo di Washington D.C.
Sumber :
  • ANTARA/Satyagraha

VoxPop Bisnis – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan, tiga alasan kenapa perlu dikeluarkannya central bank digital currency (CBDC) atau rupiah digital. 

img_title Milenial dan Gen Z Banyak yang Ambil Rumah Subsidi, BP Tapera Ungkap Alasannya

Adapun BI sebelumnya sudah menerbitkan white paper pengembangan rupiah digital sebagai salah satu langkah awal Proyek Garuda, yaitu proyek yang memayungi berbagai inisiatif eksplorasi atas berbagai pilihan desain arsitektur digital rupiah.

"Satu, karena Bank Indonesia adalah satu satunya lembaga negara sesuai UU yang berwenang mengeluarkan digital currency yang disebut digital rupiah. Yang lain opo? Nggak sah," kata Perry dalam Talkshow Rangkaian BIRAMA, Senin 5 Desember 2022. 

img_title BI Sebut Sinergi Bank Sentral dan Pemerintah Bikin Inflasi Juli 2026 Terjaga

Baca juga: Harga Emas Hari Ini 5 Desember 2022: Global Naik, Antam Nyaris Rp 1 Juta

Perry menuturkan, untuk alasan kedua yaitu pengeluaran digital rupiah dikarenakan BI ingin melayani masyarakat. Sebab saat ini banyak masyarakat yang sudah melakukan pembayaran melalui digitalisasi dan kartu. 

img_title Rupiah Balik Melemah ke Rp 18.013 usai Rilis soal Ekspansi PMI Manufaktur dan Deflasi Juli 2026

"Sekarang masyarakat kita secara demografi ada yang masih ingin menggunakan alat pembayaran kertas ada itu biasanya tua-tua kayak aku. Ada yang masih ingin menggunakan alat pembayaran berbasis rekening tadi, kartu-kartu," jelasnya. 

Menurutnya, saat ini 60 persen dari masyarakat merupakan generasi milenial. Di mana generasi milenial kedepannya membutuhkan alat pembayaran digital

Ilustrasi uang rupiah.

Photo :
  • U-Report

"Jadi alasan yang kedua BI sebagai bank sentral satu-satunya di Indonesia melayani masyarakat yang membutuhkan uang kertas kita siapkan, yang masih menggunakan alat pembayaran berbasis kartu kita siapkan dengan digitalisasi sistem pembayaran. Ada kawan yang milenial memerlukan alat  pembayaran digital, ya kita keluarkan digital rupiah, " jelasnya. 

Ketiga kata dia, dengan digital rupiah BI akan bekerja sama dengan dengan bank sentral negara lainnya serta lembaga internasional. 

"Digitalilasi currency ini untuk bekerja sama internasional, makanya BI bekerja sama dengan lembaga internasional dengan bank sentral lain mengembangkan sentral bank digital currency. Alhamdulillah di G20 kita sudah sepakati pilihan konsep desain CBDC itu apa," ujarnya.

Ilustrasi uang rupiah

Rupiah Menguat ke Rp 17.960 usai Rilis Defisit Neraca Perdagangan US$450 Juta di Juni 2026

Hingga pukul 09.09 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.960 per dolar AS. Posisi itu menguat 67 poin atau 0,37 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 18.027 per dolar AS

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut