Bos BI Sebut Rupiah Digital Bisa untuk Belanja di Metaverse 

Penampakan uang baru rupiah tahun emisi 2022. (ilustrasi)
Sumber :
  • Bank Indonesia

VoxPop Bisnis – Bank Indonesia (BI) akan menerbitkan central bank digital currency (CBDC) atau rupiah digital. Mata uang rupiah ini nantinya akan menjadi alat pembayaran yang sah, dan dapat digunakan untuk transaksi belanja di platform metaverse

img_title BI Sebut Sinergi Bank Sentral dan Pemerintah Bikin Inflasi Juli 2026 Terjaga

"Rupiah digital sebagai alat pembayaran yang sah bisa digunakan untuk membayar atau alat pembayaran, untuk membeli barang yang metaverse bisa, tapi kalau kertas nggak bisa," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam Talkshow Rangkaian BIRAMA, Senin 5 Desember 2022. \

Baca juga: Harga Emas Hari Ini 5 Desember 2022: Global Naik, Antam Nyaris Rp 1 Juta

img_title Rupiah Balik Melemah ke Rp 18.013 usai Rilis soal Ekspansi PMI Manufaktur dan Deflasi Juli 2026

Perry menjelaskan, rupiah digital pada prinsipnya sama dengan alat pembayaran berupa uang logam dan kertas. Karena dalam uang digital, terdapat logo Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Di dalam digital rupiah ada NKRI fitur-fitur yang ada di sini juga ada di dalam digital rupiah. Bedanya, kalau rupiah digital itu semua terenskripsi, NKRI dan feature-feature kekayaan Indonesia yang ada dalam uang logam dan kertas saat ini dalam bentuk digital, terenskripsi, menggunakan coding," jelasnya. 

img_title Dampak Positif BI Rate Naik, Destry: Modal Asing US$9 Miliar Masuk RI di Kuartal II-2026

Perry menuturkan, akan ada tiga jenis alat pembayaran yang sah nantinya. Pertama, alat pembayaran menggunakan uang. Kedua, alat pembayaran basis rekening, seperti kartu debet dan mobile banking. Kemudian ketiga, alat pembayaran digital atau rupiah digital. 

Adopsi teknologi 5G dan metaverse.

Photo :
  • LifeDiary

"Rupiah digital satu-satunya alat pembayaran sah yang dikeluarkan BI. Bentuknya adalah coding-coding yang semuanya terenskripsi. Hanya BI yang mengetahui dan akan ada spesial tim di BI," jelasnya. 

"Jadi ke depan ada rekening biasa, ada juga rekening diigtal, ada uang elektronik seperti sekarang ada uang digital," tambahnya.

Ilustrasi uang rupiah

Rupiah Menguat ke Rp 17.960 usai Rilis Defisit Neraca Perdagangan US$450 Juta di Juni 2026

Hingga pukul 09.09 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.960 per dolar AS. Posisi itu menguat 67 poin atau 0,37 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 18.027 per dolar AS

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut