Agung Podomoro Ungkap Potensi Kenaikan Sewa Villa dan Resort di Puncak Bogor

Maket proyek rumah tapak Agung Podomoro Land. (ilustrasi)
Sumber :
  • Agung Podomoro Land

VoxPop Bisnis – PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) resmi melakukan proses serah terima proyek villa dan resort di kawasan puncak Bogor kepada konsumen. Kali ini adalah untuk klaster Everest yang diserahterimakan sesuai dengan waktu yang ditentukan.

img_title LIXIL Ungkap Perubahan Tren Konsumen Produk Sanitasi

Marketing Director Agung Podomoro Agung Wirajaya mengatakan, penyelesaian proyek properti dan serah terima unit tepat waktu merupakan prinsip perusahaan yang diimplementasikan di seluruh unit bisnis.

“Kami memegang komitmen teguh untuk senantiasa menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proyek properti dan produk Agung Podomoro,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin, 19 Desember 2022.

img_title Update Harga HP Samsung, Xiaomi, dan vivo Terbaru 2026, Banyak Model Favorit Turun Harga!

Ia menjelaskan, minat konsumen terhadap produk properti Agung Podomoro sangat tinggi, dan ini yang menstimulus perusahaan untuk terus mempercepat pembangunan properti.

“Antusiasme masyarakat terhadap produk-produk yang kami kembangkan dan baru diluncurkan sangat luar biasa sehingga merupakan kewajiban kami untuk memberikan yang terbaik kepada konsumen,” ujarnya.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 18.083 saat Pasar Soroti APBN Semester I & Anjloknya Keyakinan Konsumen

Kenaikan Sewa 8-10% per tahun

Secara investasi jangka panjang, lanjut Vimala Hills menguntungkan karena villa tidak hanya dijadikan hunian, tetapi juga dapat disewakan. Apalagi di Vimala Hills rata-rata kenaikan nilai sewa villa sebesar 8-10 persen per tahun dengan kenaikan nilai aset properti berkisar antara 15-20 persen setiap tahunnya. 

“Serah terima Klaster Everest di Vimala Hills dapat memberikan pengalaman terbaik kepada penghuninya terutama dalam memilih produk properti yang unggul dan berkualitas,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, optimisme Agung Podomoro dalam mempercepat pembangunan dan pengembangan kawasan properti didukung dengan tingginya permintaan konsumen dan meningkatnya harga properti residensial dan permintaan properti komersial.

Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia menunjukkan bahwa Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan III 2022 tercatat sebesar 1,94 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Hal yang sama diperkirakan terjadi pada kuartal-IV 2022. 

Selain itu dari sisi penjualan, pertumbuhan penjualan properti residensial di pasar primer pada triwulan III 2022 tetap kuat yang tumbuh sebesar 13,58 persen (yoy) pada triwulan III 2022. Sementara itu Indeks Permintaan Properti Komersial untuk kategori sewa pada triwulan III 2022 juga tumbuh sebesar 16,19 persen (yoy).

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut