Sindikasi Kredit Rp 8,87 Triliun Diteken, PUPR Kawal Proyek 350 Ribu Sambungan Air Bersih di Jakarta

Penandatangan perjanjian fasilitas sindikasi kredit untuk penyediaan air.
Sumber :
  • VoxPop/Mohammad Yudha Prasetya

VoxPop Bisnis – PT Air Bersih Jakarta menandatangani Perjanjian Fasilitas Sindikasi Kredit dengan sejumlah pihak perbankan, dengan nilai mencapai Rp 8,874 Triliun. Proyek pembangunan penyediaan air bersih bagi masyarakat DKI Jakarta ini nantinya akan membangun 2.500 saluran perpipaan, yang pada tahun pertama ditargetkan terbangun hingga 350 ribu sambungan air bersih.

img_title Perkuat Ekosistem Pembiayaan Hunian, IFG Life Sediakan Asuransi Jiwa Kredit di Danantara Housing Expo 2026

Sejumlah pihak perbankan yang turut serta dalam sindikasi kredit itu antara lain yakni Bank BCA, Bank OCBC, OCBC NISP, Bank BTN, Bank BTPN, PT SMI, serta KB Bukopin.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, upaya ini adalah bagian dari environmental remediation (perbaikan lingkungan) Jakarta, yang permukaan tanahnya telah turun 12-18 cm per tahun karena over-extraction atau penyedotan berlebihan air tanah.

img_title Bank Saqu Salurkan Kredit Rp 8,6 Triliun dengan Perolehan DPK Rp 8,9 Triliun di Semester I-2026

"Pemerintah DKI Jakarta dan pemerintah pusat tidak bisa melakukan apa-apa, apalagi melarang warga masyarakat (untuk tidak mengambil air tanah). Kecuali sudah bisa menyuplai air bersih ini kepada rakyat Jakarta," kata Basuki saat menyaksikan penandatangan perjanjian tersebut di Auditorium PUPR, Senin, 20 Februari 2023.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Photo :
  • Dok. PUPR
img_title Cetak Laba Rp 29,5 Triliun di Semester I-2026, Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp 1.036 Triliun

Untuk itu, dalam upaya menyediakan kebutuhan air bersih bagi warga Jakarta, Basuki memastikan bahwa akan ada tiga proyek yang mengakomodirnya. Yang pertama adalah proyek Jatiluhur 1 oleh Moya. Kedua adalah SPAM Juanda dengan kapasitas 2.000 liter per detik, dan yang ketiga adalah dari SPAM Regional Karian Serpong dengan kapasitas sebesar 3.000-an liter per detik.

"Kalau itu nanti semua sudah bisa kita selesaikan dan bisa menyuplai kebutuhan air bersih rakyat Jakarta, maka pada tahun 2030 mendatang kita sudah bisa menyampaikan kepada rakyat untuk setop menggunakan air tanah," ujar Basuki.

"Karena hanya dengan cara itu fenomena penurunan tanah di Jakarta bisa dihentikan seperti yang dilakukan di Bangkok dan Tokyo," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Bank BCA, Antonius Widodo Mulyono mengatakan, Bank BCA bersama OCBC yang merupakan 'lead' dalam sindikasi kredit proyek air bersih ini, akan dibantu oleh Bank DKI sebagai Escrow Account atau rekening penampungan.

Menurutnya, proyek ini sangat strategis karena merupakan pemenuhan kebutuhan dasar penduduk DKI Jakarta, untuk mendapatkan air bersih yang berkualitas. Hal ini juga sejalan dengan upaya Pemprov DKI Jakarta untuk mengurangi penurunan tinggi muka air tanah sebesar 12-18 cm per tahunnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut