Bukti Orang Indonesia Boros: 48 Juta Ton/Tahun Makanan Terbuang, Kerugian Rp 551 Triliun

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi
Sumber :
  • VoxPop/Agus Setiawan

Jakarta – Isu penyusutan dan pemborosan pangan atau food loss and waste menjadi perhatian global, tak terkecuali Indonesia. Sebab, itu berdampak kepada ketahanan pangan dan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, hingga keberlanjutan lingkungan hidup.

img_title Purbaya Pede Ekonomi Sepanjang 2026 Bakal Tumbuh hingga 6 Persen, Begini Strateginya

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan, berdasarkan studi yang dilakukan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada kurun waktu tahun 2000-2019, Indonesia menghasilkan 23-48 juta ton sampah makanan per tahun.

"Jumlah sampah makanan tersebut sepatutnya dapat menghidupi 61-125 juta orang atau sama dengan 29-47 persen populasi rakyat Indonesia," kata Arief dalam keterangannya, Kamis, 27 Juli 2023.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 18.008, Pasar Cermati Indikator Ekonomi dari Inflasi hingga Neraca Dagang

Ilustrasi sampah.

Photo :
  • VoxPop.co.id/Hari Fauzan

Arief melanjutkan, secara ekonomi, food loss and waste tersebut telah mengakibatkan kerugian sekitar Rp 551 triliun atau setara dengan US$36,6 miliar.

img_title 5 Zodiak yang Sulit Menabung karena Terlalu Boros, Kamu Termasuk?

"Dengan estimasi kerugian yang ditimbulkan dari adanya sampah pangan tersebut, tentunya harus kita cegah dengan memanfaatkan pangan yang berpotensi terbuang melalui gerakan stop boros pangan. Gerakan ini harus menjadi gerakan kita bersama dari seluruh lapisan masyarakat," jelasnya.

Arief menjelaskan, berdasarkan mata rantai produksi pangan, poin terbesar yang berpengaruh dalam food loss and waste terjadi pada tahap konsumsi. Sehingga hal ini menjadi acuan Pemerintah dalam merumuskan kebijakan Pemerintah dalam menangani food loss and waste secara efektif.

“Dalam menghadapi isu food loss and waste, Indonesia telah mengidentifikasi beberapa kebijakan, antara lain dengan mengubah perilaku, peningkatan support system, penguatan regulasi, optimalisasi pendanaan, pemanfaatan food loss and waste, pengembangan kajian, serta pendataan food loss and waste,” jelasnya.

Konferensi Pers KSSK

Purbaya Tegaskan Ekonomi Kuartal II-2026 Takkan Jauh dari 5,4 Persen, Ini Faktornya

Purbaya memproyeksi bahwa pertumbuhan ekonomi nasional kuartal II-2026, akan tumbuh di kisaran 5,4-5,6 persen akibat banyaknya tekanan dari faktor eksternal global.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut