Heboh Beredar Beras Sintetis di Pasar Pas Harga Lagi Mahal-mahalnya

Petugas dari Pemko Medan saat mengambil sempel beras Pasar tradisional Pringgan,
Sumber :
  • B.S Putra/ VoxPop.

Medan – Komoditas beras menjadi sorotan saat ini karena harganya mengalami kenaikan akibat kekeringan yang menghambat produksi. Di tengah fenomena tersebut, heboh kabar adanya beras sintetis yang beredar di pasar tradisional.

img_title Bahlil Dorong Masyarakat Daerah Lebih Aktif Terlibat Pengelolaan Tambang

Heboh isu yang viral di media sosial itu terjadi di Medan. Dinas Ketahanan Pangan, pertanian, dan perikanan Kota Medan turun ke Pasar tradisional Pringgan, Kota Medan, Rabu 11 Oktober 2023. Untuk melakukan pengecekan dan pengambilan sampel beras yang dijual di pasar tersebut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Medan, Gelora Kurnia Putra Ginting, memimpin langsung inspeksi mendadak (Sidak), dengan mendatangi 7 titik toko grosir dan eceran di Pasar tersebut, dengan total 15 jenis sampel.

img_title Ekonom Perkirakan Inflasi Bulanan Juli 2026 Melambat ke 0,03 Persen, Cek Analisanya

Gelora menjelaskan, dalam sidak ini, pihaknya menurunkan satu unit bus laboratorium keliling. Kemudian, dilakukan pengecekan secara laboratorium, untuk memastikan indikasi berasa sintetis itu.

“Hari ini, kita cek grosir di luar pasar ada 4 dan di dalam ada 3 pengecer. Ini kita sudah ambil sampelnya di berbagai jenis beras. Ternyata pemasok beras di Pasar Pringgan itu masih beras lokal. Rata-rata dari Sunggal, Pakam, Tebing Tinggi, dan Sergai,” jelas Gelora kepada wartawan di Pasar tradisional Pringgan, Kota Medan.

img_title KNPI Dukung Mentan Amran 'Sikat' Mafia Beras yang Rugikan Negara

Gelora mengungkapkan setelah pengambilan sampel tersebut, akan diuji di laboratorium UPT Dinas Ketahanan Pangan, selanjutnya dilakukan mutu untuk uji parometer standar nasional Indonesia. 

“Rata-rata kita ambil kelas premium karena yang diindikasikan kemarin harga Rp 145 ribu per 10 kilogram untuk jenis premium,” ucap Gelora.

Ilustrasi harga beras.

Photo :
  • VoxPop/Anisa Aulia

Sedangkan, untuk beras jenis SPHP yang diedarkan melalui Badan pangan nasional dari Bulog yang telah beredar seperti melalui pasar murah sudah dilakukan pengecekan melalui uji sampel dari gudang. Dari hasil uji laboratorium memang masih sesuai dengan mutu SNI kelas medium. 

“Karena itu temuannya di luar, makanya kita ambil (sampel),” tutur Gelora.

Dari pengakuan Gelora, informasi adanya isu penggunaan bahan campuran plastik atau temuan beras sintetis di Medan berasal dari berita di media. Dalam berita tersebut, seorang ibu membeli beras di Pasar Pringgan dengan harga beli Rp 145 ribu per 10 kilogram. Dari pengakuan ibu tersebut, setelah beras dimasak rasanya tidak seperti biasa.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut