Kena Sanksi Ekonomi AS, Xi Jinping Tegaskan Kemajuan China Tidak akan Terhentikan

VoxPop Militer: Presiden China, Xi Jinping
Sumber :
  • japantimes.co.jp

Jakarta – Presiden Xi Jinping menegaskan sanksi ekonomi Amerika Serikat di bidang perdagangan sangat merugikan China. Seperti salah satunya kontrol ekspor yang ditegaksan sanksi sepihak.

img_title Purbaya Tegaskan Ekonomi Kuartal II-2026 Takkan Jauh dari 5,4 Persen, Ini Faktornya

Presiden China Xi Jinping diketahui bertemu dengan Presiden AS Joe Biden pada Rabu waktu setempat di San Francisco, AS. Pertemuan dilakukan di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (KTT APEC).

"Presiden Xi Jinping menekankan bahwa tindakan AS terhadap China terkait kontrol ekspor, penyaringan investasi dan sanksi sepihak sangat merugikan kepentingan China," kata Presiden Xi Jinping dalam keterangan tertulis dari Kementerian Luar Negeri China yang diterima di Beijing, Kamis.

img_title Purbaya Pede Ekonomi Sepanjang 2026 Bakal Tumbuh hingga 6 Persen, Begini Strateginya

Menurut Xi, penting bagi AS untuk menanggapi kekhawatiran China dengan serius dan mengambil langkah nyata untuk mencabut sanksi sepihak. Agar, memberikan lingkungan yang setara, adil dan tidak diskriminatif bagi dunia usaha China.

Presiden AS Joe Biden bersama Presiden China, Xi Jinping.

Photo :
  • ANTARA/China Daily,
img_title Gedung di PIK 2 Kebakaran, Damkar Evakuasi 3 WNA China

"Menahan kemajuan teknologi China tidak lain hanyalah langkah untuk membendung pembangunan berkualitas tinggi China dan merampas hak rakyat China atas pembangunan. Perkembangan dan pertumbuhan China, yang didorong dari kemajuan di dalam China, tidak akan terhenti oleh kekuatan eksternal," tambah Xi.

Kedua pemimpin negara dalam pertemuan tersebut juga menekankan pentingnya semua negara memperlakukan dengan hormat satu sama lain dan menemukan cara untuk hidup berdampingan secara damai.

"Menjaga jalur komunikasi tetap terbuka, mencegah konflik, menjunjung Piagam PBB, bekerja sama di berbagai bidang yang memiliki kepentingan sama dan mengelola persaingan secara bertanggung jawab," lanjutnya.

Kedua presiden juga sepakat untuk memperkuat dialog dan kerja sama kedua negara di berbagai bidang misalnya soal kecerdasan buatan (AI) dan pembentukan kelompok kerja kerja sama pemberantasan narkotika.

Mereka sepakat untuk melanjutkan kembali komunikasi pejabat tinggi bidang militer yaitu ‘The China-U.S. Defense Policy Coordination Talks’ dan 'The China-U.S. Military Maritime Consultative Agreement meetings’.

"Serta membuka komunikasi lewat telepon antara dua panglima militer, kedua negara juga berkomitmen untuk meningkatkan secara signifikan jumlah penerbangan penumpang pada awal tahun depan; dan memperluas pertukaran pelajar, pemuda, budaya, olahraga dan bisnis," demikian menurut keterangan tertulis tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut