Bantu Tekan Polusi Udara, Startup Binaan Kemenperin Ini Daur Ulang Karbon Dioksida

Ilustrasi jejak karbon.
Sumber :
  • New perspective marketing

Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) menegaskan komitmen untuk terus aktif membina tech startup melalui program Startup4Industry sejak tahun 2018 silam.

img_title Peralatan Rumah Tangga Makin Pintar pada 2026, Teknologi Baru Membantu Menghemat Waktu, Listrik, dan Biaya

Salah satu hasil binaan Kemenperin yakni CV Ekologi Data Integra (Databiota) yang merupakan biotechnology dan deep tech company jebolan Startup4Industry.

Founder dan Chief Executive Officer (CEO) Databiota, Indarto Neura mengatakan, Databiota merupakan startup dengan solusi untuk mendaur ulang senyawa karbon dioksida (CO2), dan mengubahnya menjadi produk yang berkelanjutan.

img_title Rumah Makin Pintar di 2026, Teknologi Baru Mulai Mengambil Alih Pekerjaan Rumah yang Selama Ini Dilakukan Manual

Karenanya, Indarto menegaskan bahwa pihaknya bertekad untuk mengatasi persoalan lingkungan, khususnya masalah polusi udara di Indonesia melalui teknologi yang mereka miliki.

"Kita punya teknologi yang bisa menyerap emisi karbon atau polusi udara langsung dari eksisting industrinya," kata Indarto dalam keterangannya, Rabu, 27 Desember 2023.

img_title Perang HP Murah Rp1 Jutaan Semakin Sengit, Produsen Mulai Membawa Fitur Baru

Ilustrasi karbon

Photo :
  • ANTARA

Dia menjelaskan, mekanisme flownya yakni dari flue gas (corong) industri yang mengeluarkan senyawa-senyawa karbon, yang akan masuk ke dalam sistem VWS (Vortex Wet Scrubber) dan akan diserap oleh ESP (Electrostatic Precipitator). "Dimana nantinya dapat di-recycle menjadi sebuah end product, dengan nilai-nilai berkelanjutan," ujar Indarto.

Menurutnya, teknologi Carbon Command Center yang juga dimiliki Databiota, akan sangat membantu para pelaku industri di Indonesia untuk memonitoring dan mengontrol jumlah pengeluaran dan penyerapan emisi karbonnya secara realtime.

Tujuannya antara lain yakni untuk dapat memenuhi ketentuan yang ditetapkan, sehingga membantu pemerintah dalam upaya-upaya untuk mewujudkan prinsip dan teori keberlanjutan.

"Harapan kita, begitu programnya diimplementasikan, pemerintah dapat memonitor secara realtime setiap industri itu penyerapannya berapa," ujarnya.

Ilustrasi robot humanoid.

Masa Depan Robot Humanoid Mulai Dipertaruhkan

Masa depan robot humanoid mulai dipertaruhkan setelah AS membatasi robot buatan asing. Kebijakan FCC memicu kekhawatiran soal keamanan nasional, AI, data, dan persaingan.

img_title
VoxPop.co.id
9 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut