BI: Rupiah Digital Bakal Gantikan Uang Kertas dan Logam Bertahap

Uang Rupiah Kertas Emisi 2022
Sumber :
  • Youtube Bank Indonesia

Jakarta - Mata uang digital bank sentral atau Central Bank Digital Currency (CBDC) secara bertahap akan menggantikan uang flat atau uang dalam bentuk kertas atau logam. Hal itu diungkapkan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung.

img_title Total Dana SAL di Himbara Capai Rp 400 Triliun, Purbaya: Kalau Masih Kurang, Saya Tambah!

“Itu akan menggantikan fiat money tapi tentunya saja bertahap sifatnya hybrid, nanti pada akhirnya tentu saja akan menjadi pengganti dari fiat money, uang kertas dan logam,” ujar Juda di The Ritz Carlton, Jakarta, Kamis, 29 Februari 2024.

Deputi Gubernur BI, Juda Agung

Photo :
  • VoxPop.co.id/Anisa Aulia
img_title BI Sebut Sinergi Bank Sentral dan Pemerintah Bikin Inflasi Juli 2026 Terjaga

Juda menyampaikan, sampai saat ini BI masih mengkaji implementasi dari mata uang digital ini. Dia mengatakan, progresnya hingga saat ini masih dalam tahap piloting dan konseptual desain.

“CBDC kita terus test piloting dan sekarang di BI sedang dalam proses konseptual desain dengan menggunakan simulasi-simulasi dari sisi internal BI,” terangnya.

img_title Rupiah Balik Melemah ke Rp 18.013 usai Rilis soal Ekspansi PMI Manufaktur dan Deflasi Juli 2026

Juda melanjutkan, BI akan terus memantau perkembangan uang digital secara global. “Tentu saja kita akan melihat dulu seperti di China yang sudah lakukan dan negara Eropa seperti Swedia sebetulnya kita belum benar-benar menerapkan,” imbuhnya. 

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan, BI masih melakukan pematangan proof of concept dari rupiah digital setelah menerima masukan industri.

“BI baru menerima akhir Julli kemarin masukan-masukan dari industri, kami di BI sedang menggodoknya,” ujar Perry dalam  konferensi pers Komite Sabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dikutip, Rabu, 2 Agustus 2023.  

Menurutnya, pengembangan proof of concept rupiah digital didasarkan pada tiga pertimbangan. Pertama, kesiapan dari sisi industri, mulai dari sisi kesiapan teknologi, bahasa komunikasi, serta implikasinya bagi kesiapan inti. Baca Juga :

Kemudian kedua, kompatibilitas atau kesesuaian pengembangan rupiah digital dengan teknologi digital yang ada di global. Sebab, pengguna CBDC tidak hanya digunakan di dalam negeri, namun akan digunakan untuk lintas negara. 

“Kami juga berkoordinasi membahasnya dengan internasional, antara lain dengan BIS (Bank for International Settlements). Karena di sana juga sedang dikembangkan teknologi digital untuk CBDC,” ujarnya.

Ilustrasi uang rupiah

Rupiah Menguat ke Rp 17.960 usai Rilis Defisit Neraca Perdagangan US$450 Juta di Juni 2026

Hingga pukul 09.09 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.960 per dolar AS. Posisi itu menguat 67 poin atau 0,37 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 18.027 per dolar AS

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut